Hukum & Kriminal

Rawan Terjadi Pencurian Air

KREJENGAN – Sebagian wilayah di Kabupaten Probolinggo masih belum terlalu sering diguyur hujan. Akibatnya, sawah petani setempat kekeringan. Kondisi ini dianggap rawan memicu tindak pencurian air.

Didik (28), petani Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan mengatakan, irigasi air sawah lancar sangat dibutuhkan petani pada kondisi saat ini. Sistem gelondongan yang diterapkan oleh petugas pengairan memang dinilai keputusan bijak.

“Tapi pengawasannya juga harus ditingkatkan. Karena ada di wilayah atas, Dam airnya dijebol beberapa waktu lalu. Ada lubang sebesar kepala manusia dewasa dan airnya disedot menggunakan pompa,” kata Didik.

Petugas ulu air di Desa Bulu saat mengatur irigasi di Dam setempat. Terjadinya kekeringan rawan mengakibatkan pencurian air. (Deni Ahmad Wijaya/Koran Pantura)

Petani setempat yang mengetahui ada pompa penyedot di sekitar Dam itu pun akhirnya menutup lubang dan membawa barang bukti pompa. Persoalan itu selesai secara kekeluargaan.

“Tapi kami sebagai petani sebenarnya khawatir dan tidak mau sampai ada ribut-ribut lagi. Jadi jangan sampai aksi semacam ini terjadi lagi. Apalagi saat ini kondisi air sulit,” ucapnya.

Salah satu Petugas Ulu Air Dusun Lamur Mujianto (49) menerangkan, pihaknya bertugas  menjamin aliran irigasi yang masuk ke wilayahnya aman dan tidak bocor ke wilayah lain. “Air masuk ke wilayah pertanian kami setiap Kamis dan Jumat. Wilayah lain harus menunggu giliran,” ucapnya.

Jadi selama Kamis – Jumat itu, Mujianto harus menginap di Dam Topi. Kegiatan itu dilakukan secara sukarela tanpa mendapatkan bayaran. Tujuannya untuk mengamankan air di dam pusat agar tidak mengalir ke saluran wilayah lain.

“Karena jatahnya 2 hari, saya harus menginap di hutan sana (Dam Topi) selama 2 hari 2 malam. Karena kalau gak dijaga, khawatir dibobol lagi. Airnya yang seharusnya maksimal ke pertanian kami, malah sebagian ke pertanian wilayah lain,” tegasnya. (awi/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan