Hukum & Kriminal

Ada Bekas Pukulan di Kepala, Polisi Pastikan Muazin Dibunuh


PROBOLINGGO – Satreskrim Polres Probolinggo memastikan Mustafa Sarip (69), pria asal Desa Curahsawo yang sehari-harinya dikenal sebagai seorang muazin, tewas dibunuh. Kepastian itu didasarkan hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan visum terhadap jasad Mustafa Sarip.

Pada Selasa (24/12) lalu jasad muazin asal Desa Curahsawo itu ditemukan di kolam pancing miliknya. Setelah itu jenazah Mustafa Sarip dibawa ke RSUD Waluyo Jati, Kraksaan, untuk divisum. Hasil visum tersebut menguatkan dugaan sebelumnya, bahwa Mustafa Sarip  kehilangan nyawa karena dibunuh.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso memaparkan bahwa dalam olah TKP yang dilakukan oleh anggotanya, ditemukan sejumlah barang bukti. Nah, barang bukti tersebut mengarahkan pada kesimpulan bahwa korban dibunuh dan diikat, kemudian dibuang ke dalam kolam pancing milik korban sendiri.

“Berdasarkan hasil olah TKP, kami menemukan fakta bahwa ini murni kasus pembunuhan. Lantaran kondisi jenasah dalam kondisi terikat, kemudian sandal korban yang letaknya terpisah. Di mana satu sandal ada di kolam dan satu lagi di titik lain dengan jarak 15 meter,” papar AKP Rizki,  Rabu (25/12).

Selanjutnya, disebutkan AKP Rizki bahwa dari hasil olah TKP tersebut juga ditemukan adanya batang pohon yang terdapat bercak darah mengering. Kuat dugaan bahwa korban dihabisi dengan cara dipukul menggunakan batang kayu tersebut. “Dugaan ini masuk akal karena dari hasil visum yang dilakukan pada korban, disebutkan bahwa ada luka bekas pukulan benda tumpul pada bagian kepala sebelah atas,” sebutnya.

Jadi, adanya spekulasi yang menyebut bahwa korban meninggal karena tenggelam,   terbantahkan. Sebab, selain hasil olah TKP, hasil visum juga menguatkan dugaan terjadinya pembunuhan.

Korban diduga tewas karena luka hantaman benda tumpul pada bagian kepala yang membuatnya mengalami gegar otak dan pendarahan hebat. “Kalau korban tewas setelah dilempar ke dalam kolam, pasti hasil visum menunjukkan adanya air yang masuk ke dalam saluran pernafasan korban. Tetapi ini beda. Korban sudah meninggal sebelum jenazahnya dilempar ke dalam kolam,” tandas AKP Rizki. (tm/iwy)


Bagikan Artikel