Hukum & Kriminal

Sebelum Tewas, Korban Sempat Didatangi Kawanan Maling Sapi


PROBOLINGGO – Muncul beberapa spekulasi terkait tewasnya Mustafa Sarip (69), warga Dusun Tambak, Desa Curahsawo. Mulai dari dibunuh pemancing hingga dibunuh oleh kawanan pencuri sapi.

Fatimah (57), istri korban, saat ditemui Rabu (25/12) menyatakan bahwa seminggu sebelum kejadian, suaminya sempat curhat kepadanya. Mustafa yang sehari-harinya seorang muazin dan pemilik kolam pemancingan, mengaku sempat dibayar dengan roti oleh seorang pemancing yang tidak dikenal. Padahal, tarif memancing di kolam pancing yang dikelola dan dijaganya selama bertahun-tahun itu berkisar Rp 15 ribu – Rp 20 ribu.

“Suami saya sempat menolak pemberian roti itu, dan kembali menegur dan meminta uang sewa mancing. Tetapi, permintaan itu tidak dipenuhi oleh si pemancing. Hingga akhirnya roti itu terpaksa diterimanya,” tutur Fatimah yang memiliki 4 orang anak. 

Tak hanya sampai di situ, lanjut Fatimah, di minggu yang sama, suaminya juga sempat mengatakan bahwa ketika dirinya berjaga di kolam,  sempat didatangi kawanan pencuri sapi. Kawanan pencuri tersebut meminta Mustafa berhenti menjaga kolam, karena area di sekitar kolam itu akan dijadikan tempat persembunyian untuk sapi hasil curian.

“Karena itu, saya sempat meminta kepada suami saya untuk berhenti menjaga kolam di malam hari. Sudah cukup jadi muazin dan kerja cari rumput saja untuk sapi peliharaan kami,” ujarnya.  

Namun belum sempat permintaannya itu dituruti suaminya. Mustafa Sarip keburu ditemukan meninggal secara tragis di kolam pancing miliknya sendiri. “Kami meminta kepada pihak kepolisian agar dapat segera menangkap pelaku yang tega membunuh suami saya,” tandas Fatimah. (tm/iwy)


Bagikan Artikel