Hukum & Kriminal

Disangka Korupsi DD, Kejaksaan Tahan Kades Blimbing


KRAKSAAN – Akhirnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo berhasil menahan Kepala Desa (Kades) Blimbing Kecamatan Pakuniran Suhari. Kades Suhari ditahan mulai Kamis, (12/12) karena disangka melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD).

Kasi Pidsus (Pidana Khusus) Kejari Kabupaten Probolinggo Novan Basuki Arianto menyampaikan, pihaknya sudah menyeret Kades Blimbing ke balik jeruji besi. Penahanan dilakukan karena Kades Suhari sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan DD.

“Ya hari ini kami tahan Kades itu,” ujar Novan saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Lalu menurutnya, penetapan tersangka kades itu sudah dinyatakan per 3 Desember lalu. Sebab, menurutnya, dari hasil penyelidikannya, kades tersebut banyak manyalahgunakan wewenang dan anggaran DD tahun 2015, 2016, dan 2017. “Itu hasil dari pemeriksaan dan bukti-bukti yang kami dapatkan,” jelas pria berkacamata itu.

                Apa perkara spesifik yang menjerat kades tersebut? Novan kembali menjelaskan bahwa ada beberapa kasus yang ia temukan dalam penyalahgunaan DD selama 3 tahun itu. Diantaranya yaitu, anggaran dana honorer yang tidak dibayarkan, dan kurangnya volume hasil pengerjaan, atau realisasi program pembangunan tidak sesuai. “Lalu ada proyek yang dikerjakan di tanah pribadi,” papar Novan.

Dari temuan itu, Novan memutuskan untuk menetapkan kades sebagai tersangka dan menahannya. Selanjutnya, Novan akan menyiapkan berkas kasus untuk tahapan berikutnya. “Kami akan persiapkan berkas untuk tahap selanjutnya, yaitu penyerahan berkas pada jaksa untuk P21 sebelum disidangkan nanti,” katanya.

Perlu diketahui, sebelumnya Kades Blimbing Suhari, dilaporkan oleh LSM AMPP pada Juli 2018 lalu. Laporan itu diajukan pada Kejari Kabupaten Probolinggo atas dugaan kasus tindak pidana korupsi DD. (yek/iwy)


Bagikan Artikel