Hukum & Kriminal

Pembacok Ditangkap tanpa Perlawanan


PAJARAKAN – Satreskrim Polres Probolinggo berhasil mengamankan pelaku penganiayaan berat terhadap Nurhalim (27), pria asli Lumajang, Rabu (6/11) lalu. Sumandi (35), warga Desa Jatisari, Kecamatan Kuripan,  ditangkap pada Kamis (7/11) dini hari lantaran tega membacok Nurhalim hingga terluka bacok di sekujur tubuhnya.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riski Santoso menyampaikan, usai kejadian pembacokan itu pihaknya langsung melakukan olah TKP dan memeriksa dua saksi mata. Salah satunya adalah istri dari tersangka, yaitu Kholifah. “Dari keterangan saksi mata, kami langsung melakukan penangkapan,” ungkapnya.

Kemudian, lanjutnya, polisi mendatangi kediaman tersangka sekitar pukul 00.30. Rupanya, tersangka sudah mengetahui akan penangkapan itu dan menyerahkan dirinya tanpa perlawanan sedikitpun. Polisi pun membawa tersangka pelaku ke polres untuk ditindaklanjuti.

Menurut AKP Riski, tersangka mengaku bahwa penganiayaan itu dilakukan seorang diri tanpa melibatkan orang lain. Tersangka yang kebetulan membawa celurit itu langsung membacokkannya ke beberapa  bagian tubuh korban. Dari kepala, dada, lengan, hingga kaki korban.

Dalam ksus ini, polres juga mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan tersangka saat menganiaya korban. Di antaranya celurit, pakaian, dan kendaraan sepeda motor Jupiter yang dikendarainya usai membacok korban. “Untuk korban saat ini tengah menjalani perawatan medis. Sejumlah bagian tubuhnya mengalami luka bacok,” tutur  AKP Riski.

                Atas kejadian itu tersangka Sumandi terjerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun kurungan penjara.

Sebelumnya diberitakan, pada Rabu (6/11) lalu Nurhalim ditemukan tergeletak bersimbah darah di jalan Desa Besuk Kecamatan Bantaran. Ia dibacok oleh orang tak dikenal saat hendak ke pergi ke sawahnya.

Istri Diselingkuhi, Tega Membacok

PAJARAKAN – Sumandi (35), warga Desa Jatisari Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo  tega membacok Nurhalim (27), asal Lumajang, dilatari faktor asmara. Pasalnya, tersangka berselingkuh dengan istri Sumandi, yaitu Kholifah (28). Keduanya sering keluar hingga bermalam.

Kasus itu kemarin (7/11) siang dirilis Polres Probolinggo, di hadapan hadapan sejumlah media. Sumandi yang ditunjukkan langsung kepada wartawan, mengakui kesalahannya. Ia membacok korban secara bertubi-tubi di tempat umum. Kemudian, ia meninggalkan korban terkapar di pinggir jalan dengan bersimbah darah.

Kata Sumandi, dirinya memang amarahnya meluap. Ia sudah cukup lama memendam emosi pada korban lantaran berani menikung istrinya sendiri. Tak jarang ia mendengar kabar bahwa istrinya sering diajak keluar berboncengan dengan korban. “Bahkan sampai menginap,” kata Sumandi.

Padahal istri Sumandi itu masih sah menjadi istrinya. Ia bahkan belum pernah melontarkan kata talak atau cerai pada istrinya. Namun korban seenaknya menyelingkuhinya dan sering berboncengan dengannya. “Saya sudah punya anak dari istri saya itu. Dan saya belum pernah menceraikannya,” ungkapnya.

Setelah sekian lama menyimpan dendam, akhirnya dilampiaskan saat melihat korban membonceng istrinya di jalan Desa Besuk Kecamatan Bantaran itu. Spontan Sumandi naik pitam dan menghampiri korban.

Sumandi yang kala itu membawa celurit, langsung disabetkan ke tubuh korban berkali-kali. Kemudian, ia melarikan diri lantaran banyak orang yang melihatnya di lokasi. “Saya rencananya mau ke sawah, memang bawa celurit. Lihat mereka di jalan, saya marah dan langsung bacok,” ujarnya.

Saat ditanya penyesalan atas ulahnya itu, Sumandi mengaku tidak merasa menyesal sedikitpun. Justru ia merasa lega sudah membayar utang amarahnya pada korban. “Saya nggak nyesal. Lah wong istri saya diselingkuhi,” katanya dengan wajah datar.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riski Santoso membenarkan, kasus tersebut dilatari faktor asmara. Istri tersangka diselingkuhi oleh korban. Sehingga tersangka kesal dan melakukan aksi penganiayaan itu pada korban. “Korban dan tersangka tidak ada hubungan darah. Hanya istri tersangka yang kenal dengan korban,” katanya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel