Hukum & Kriminal

Anak di Bawah Umur Diperkosa Kakek, Kini Hamil 6 Bulan


PAJARAKAN – Unit PPA Polres Probolinggo kembali menerima kasus pemerkosaan anak di bawah umur, pada Senin (4/11) sore. Kali ini korbannya adalah SI (13), warga Kecamatan Pakuniran. Ia diperkosa oleh kakeknya sendiri, yaitu MIS (53), hingga hamil 6 bulan.

 Kanit PPA Polres Probolinggo Bripka Isyana Reni Antasari mengatakan, pihaknya memang kembali menerima laporan kasus perkosaan anak di bawah umur. Terlapor dalam kasus itu adalah kakek dari korban sendiri. “Waktu korban melapor kemarin didampingi oleh pamannya sendiri,” kata Bripka Reni saat dikonfirmasi Koran Pantura, Selasa (5/11) pagi.

Dari keterangan korban, terlapor menyetubuhi korban sebanyak dua kali. Kini korban tengah hamil 6 bulan hasil perbuatan bejat si kakek. Sedangkan korban saat ini masih duduk di bangku SMP. “Kami sudah menerima laporan itu dan akan kami tindaklanjuti,” ungkap Bripka Reni.

Menurutnya, tersangka masih belum ditangkap. Sebab, polisi masih perlu melengkapi bukti dan keterangan atas kasus tersebut. Di antaranya ialah keterangan saksi dan hasil visum medis. Jika bukti tersebut nantinya sudah dinyatakan cukup, pihaknya akan segera mengamankan pelaku.

“Kami masih perlu mempelajari kasus ini dan mengumpulkan bukti-bukti. Jika nantinya sudah cukup kuat, kami akan segera mengamankan pelaku dalam kasus itu,” tutur Bripka Reni.

Saat ditanya soal maraknya laporan kasus pemerkosaan itu, Bripka Reni tak habis piker. Laporan kasus perkosaan datang bertubi-tubi. “Rentang waktu antar laporan satu dengan yang lain sangat dekat. Hanya berjarak seminggu,” jelasnya.

Meski demikian, Bripka Reni berharap maraknya laporan itu bisa mejadi pemicu korban pemerkosaan lain agar berani melapor. Itu agar tindak kekerasan seksual yang selama ini dipendam korban, segera terungkap. “Banyak korban yang takut melapor karena diancam tersangka. Apalagi tersangka masih orang terdekat daripada korban,” ujarnya.  (yek/iwy)


Bagikan Artikel