Hukum & Kriminal

Sopir Trailer Bawa SS, Disembunyikan di Kolong Trailer


PROBOLINGGO – Febri Usmanto (38), seorang pengemudi truk trailer, diamankan petugas Satresnarkoba Polres Probolinggo Kota, Senin (4/11) sekitar pukul 16.00. Lelaki berkepala plontos tersebut ditangkap karena membawa sabu-sabu (SS) seberat 1,4 gram.

SS yang dikemas diplastic klip kecil menjadi 4 bagian tersebut, disembunyikan di kolong trailer. Tepatnya di kanal H yang berfungsi sebagai chasis. Sedangkan bong atau alat hisapnya disembunyikan dibawah kabin truk, tepatnya di sela-sela mesin kendaraan.

Satresnarkoba sempat menerjunkan pasukan K-9 saat melakukan penangkapan. Febri yang mengaku warga Kedung Jajang, Kabupaten Lumajang, usai ditangkap langsung diamankan di mapolresta, berikut barang bukti SS, bong, dan truk trailernya.

Kasat Narkoba AKP Suharsono menjelaskan, tersangka ditangkap saat dalam perjalanan menuju Surabaya. Tepatnya di perbatasan Kota Probolinggo di jalan Lumajang atau jalan KH. Hasan Genggong, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih. “Atas laporan masyarakat. Setelah kita hentikan dan digeledah, ternyata benar,” jelasnya.

Petugas menemukan 1 alat bong yang disembunyikan dibawah kabin, di atas mesin kendaraan. Sementara, SS 1,4 gram yang dikemas menjadi 4 klip plastik kecil ditemukan di besi kanal H yang berfungsi sebagai chasis trailer. “Ditaruh di rongga chasis. Kita mengambilnya kesulitan, karena lubangnya pas tangan,” tambah AKP Suharsono.

Menurut AKP Suharsono, selain menerjunkan jajarannya, pihaknya juga melibatkan unit K 9 berikut anjing pelacaknya. Atas petunjuk anjing pelacak, 2 alat bukti yang disembunyikan tersangka akhirnya ditemukan.  “Enggak ada perlawanan. Penangkapan berjalan lancar dan tidak mengganggu arus lalu lintas,” tambahnya.

Dijelaskan, sebelumnya petugas mengintai dan memantau kendaraan yang dilaporkan masyarakat. Begitu melihat kendaraan trailer berplat nomor N 8319 UR yang jalannya zig-zag, petugas membuntuti dan menghentikannya. “Atas perbuatannya, tersangka kami jerat UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika pasal 112. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun,” pungkas AKP Suharsono.

Sementara itu, tersangka Febri dalam rilis kasus itu kemarin mengakui selesai menyedot SS sebelum berangkat. “Baru pertama kali saya memakai. Lama dah saya berhenti. Saat masih sekolah,” aku Febri.

Pria ini mengaku hendak mengambil plat besi di Surabaua untuk dibawa ke Jember. Menurutnya, 4 klip SS itu hendak dia jual dengan alas an tidak memiliki uang sama sekali. “Beli dari seseorang, Rp 1,2 juta per gram. Habis saya pakai sebagian. Sisanya akan saya jual, karena saya tidak punya uang. Tapi enggak jadi, karena ketangkep. Enggak beli ke satu orang. Pokoknya ada sabu, ya saya beli,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa trailer yang disopirinya merupakan kendaraan baru. Sebelum berangkat ke Surabaya, kendaraan berplat nopol Probolinggo itu diuji-kir dulu di jalan KH Hasan Gengong, Kelurahan Sukoharjo. “Ini kendaraan baru. Belum pernah mengangkut sama sekali. Rencananya mau ambil plat besi di Surabaya,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel