Hukum & Kriminal

Satpol Jaring Pasangan Bukan Muhrim


PROBOLINGGO – Satpol PP Kota Probolinggo pada Sabtu (2/11) dini hari mengamankan S, seorang pria beristri. Pasalnya, S kedapatan berduaan dengan perempuan berinisial SA, yang merupakan istri orang lain.

S dan SA dipergoki petugas berduaan di tempat sepi dan di keremangan malam di areal tambak di Jalur Lingkar Utara (JLU) Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. Pasangan bukan muhrim itu kemudian diamankan di markas Satpol PP di Jalan Panglima Sudirman.

Kasi Operasi Dinas Satpol PP Hendra Kusuma mengatakan, S dan SA sama-sama warga Kelurahan Mangunharjo. Keduanya sudah 2 kali terjaring razia. “Dulu waktu terjaring pertama, mereka berjajji tidak akan berselingkuh lagi. Lha kok sekarang mengulangi perbuatannya,” ujar Hendra.

Karena pasangan itu ingkar janji, petugas kemudian memanggil istri S. Sang istri yang membawa anaknya, marah-marah dan menangis di kantor Satpol PP. Sedangkan SA diantar ke rumahnya dan petugas bertemu dengan orang tuanya. “Suami SA belum datang kerja. Satu perusahaan kok dengan S, selingkuhan istrinya. Sama-sama kerja di pabrik kayu,” jelasnya.

Ditambahkan, sepasang lelaki dan perempuan yang bukan muhrimnya itu, kepergok petugas di areal pertambakan. S mengaku sudah berumah tangga alias beristri, begitu pula dengan SA juga mengaku sudah memiliki suami. “Anggota kami kenal dengan mereka kok. Jadi mereka tidak bisa mengelak,” ujar Hendra.

Selain mengamankan S yang bekerja di perusahaan kayu, petugas malam itu juga mengamankan 20 pemuda dan remaja yang pesta miras. Mereka diamankan di tempat dan waktu berbeda. Di antaranya di Ruang Terbuka Hijau (RTH) AA Maramis, Stadion Bayuangga dan rel Kereta Api (KA) Kelurahan Jati, Kecamatn Mayangan.

Kasi Operasi Hendra Kusuma mengatakan, remaja yang diamankan saat pesta miras diberi pembinaan. Orang tua atau keluarga mereka didatangkan, agar mengetahui kegiatan anaknya di luar rumah. Mereka juga diminta menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulang lagi perbuatannya.

“Biasa, operasi rutin. Pembinaan dan dikembalikan ke orang tuanya,” kata Hendra. Dalam operasi tersebut, remaja yang berhasil terjaring razia berasal dari Kota dan Kabupaten Probolinggo. (gus/iwy)

 


Bagikan Artikel