Hukum & Kriminal

Pecatan Polisi Edar SS


KRAKSAAN – Polres Probolinggo berhasil menangkap komplotan pengedar sabu-sabu (SS). Ironisnya, salah satu dari komplotan pengedar SS itu ternyata pecatan polisi. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kapolres Probolinggo AKBP Edwwi Kurniyanto pada saat rilis kasus tersebut, Senin (28/10).

AKBP Eddwi menyampaikan, komplotan tersebut sebelumnya ditangkap di jalur pantura Kraksaan yang lokasinya tidak jauh dari kantor Komisi Pemilihan Umum setempat. Ia juga menyampaikan, tidak satupun dari komplotan tersebut yang berasal dari Probolinggo. “Ini termasuk jaringan, karena yang kami tangkap salah satunya adalah pecatan dari anggota Polri,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, komplotan pengedar sabu yang ditangkap itu adalah Agus Sugiarto (35) asal Bondowoso; Hilda Hidayah (27) asal Malang; Ahmad Busairi (50) warga Situbondo; dan Heru Sulistiyo (39) asal Kabupaten Malang yang merupakan pecatan polisi.

Menurut AKBP Eddwi, keempatnya mempunyai peran masing-masing. “Ada yang modalin, ada yang bagian membeli, ada penjualnya, dan ada yang menjual belikan,” katanya.

            Dijelaskan, komplotan tersebut merupan jaringan yang biasa bermain di kawasan Jawa Timur. Dari komplotan tersebut polisi juga berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 15 gram, kendaraan jenis Honda Jazz dengan nopol P-1874-EH warna merah yang digunakan oleh komplotan tersebut saat dibekuk.

            “Sementara ini masih antar kota, kami masih kembangkan. Kemarin dapatnya (sabu-sabu, red) dari wilayah Kota Malang. Jadi masih kami kembangkan lagi berasalnya dari mana,” katanya.

            Ia juga mengungkapkan bahwa Hilda Hidayah (27) tidak bisa belajar dari apa yang dialami oleh pasangannya. Di mana pasangannya saat ini sedang ditahan di Malang atas kasus sabu-sabu juga. “Yang perempuan ini adalah penjual. Pasangannya sudah diamankan di Malang. Berdasarkan informasi dari pasangannya itu, mengambil dan membeli di HH ini,” katanya.

            Akibat perbuatannya itu, komplotan tersebut dikenakan dengan pasal 114 Ayat 2 Subsider Pasal 112 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Karena di atas 5 gram, ancaman hukumannya bisa 15 tahun sampai seumur hidup,” tegas AKBP Eddwi. (ay/iwy)

 


Bagikan Artikel