Hukum & Kriminal

Video Kuatkan Penahanan Kades Jabung Candi


PAJARAKAN –Kepala Desa Jabung Candi Abdul Haris masih harus mendekam di dalam penjara Polres Probolinggo karena disangka melakukan pungutan liar (pungli) atau pemerasan. Dan Kamis (24/10) lalu, Bambang Wahyudi selaku pengacara Kades Abdul Haris sudah mengajukan penangguhan penahanan.

Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso mengatakan, pengajuan penangguhan penahanan tersebut saat ini sudah masuk kepada pimpinannya. Dan hasilnya akan ia sampaikan langsung kepada yang bersangkutan.

“Berkas penangguhannya sudah kami ajukan ke pimpinan. Untuk hasilnya, kami juga masih menunggu. Apa pun hasil dari pimpinan, akan kami sampaikan ke pengacara ataupun pihak Ahmad Haris,” kata AKP Rizki, Selasa (29/10).

Seperti diberitakan sebelumnya, Kades Abdul Haris dilaporkan oleh salah satu perangkat desanya sendiri, yakni Duralim. Duralim mengaku diharuskan membayar Rp 120 juta jika ingin akta jual beli tanahnya diteken oleh Kades Abdul Haris. Padahal, menurut Duralim, Abdul Haris tidak menjadi perantara jual beli tanah itu sehingga membuatnya tidak layak dapat komisi. 

Menurut AKP Rizki, dalam kasus ini, pengacara Ahmad Haris belum melakukan bantahan.  Pihak Ahmad Haris hanya mengajukan penangguhan penahanan dengan beberapa alasan. Salah satunya adalah faktor kesehatan Abdul Haris yang disebutkan memiliki penyakit jantung. “Sanggahan sampai saat ini belum ada. Hanya penangguhan ini saja,” katanya.

Sementara, berdasar hasil pemeriksaannya, AKP Rizki mengatakan bahwa keterangan dari Ahmad Haris berbeda dengan keterangan beberapa saksi yang sudah diperiksa. Kades Ahmad Haris bersikukuh tidak pernah melakukan pungutan liar. “Ahmad Haris sendiri penyampaiannya berbeda dengan kenyataannya. Tapi semuanya kami akomodir. Kesaksian dari tersangka kami akomodir,” katanya.

Kasat Reskrim mengakui ada perbedaan keterangan dari tersangka dengan korban dan saksi. “Memang ada perbedaan. Dari korban sendiri mengaku dipaksa untuk memberikan uang Rp 120 juta. Dari pihak Ahmad Haris tidak meminta, dalam arti tidak memaksa, namun tetap diberi uang Rp 120 juta tersebut,” paparnya.

AKP Rizki menyampaikan, setelah melihat beberapa bukti yang ia kumpulkan, penetapan tersangka Ahmad Haris dipastikan sudah sesuai prosedur yang ada. Bahkan, bukti-bukti yang dimiliki juga menguatkan pihaknya untuk melakukan penahanan kepada Kades Ahmad Haris.

Salah satu bukti kuat yang dimiliki adalah video. “Bukti yang paling kuat (untuk penahanan, red) yang pertama adalah video. Video dari penerimaan uang itu sendiri senilai Rp 120 juta. Yang kedua keterangan saksi, baik itu dari korban maupun saksi-saksi yang lain,” tegasnya.

Selanjutnya, tambah AKP Rizki, polres terus mendalami kasus ini. Sebab, dikhawatirkan, ada warga lain yang juga menjadi korban.      “Sementara untuk pelapor lain memang belum ada. Memang ada kabar kalau Ahmad Haris ini sering melakukan praktek seperti ini. Tetapi ini masih belum pasti. Masih kami dalami dulu,” ujarnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel