Hukum & Kriminal

Bunuh Tetangga, Terancam Hukuman Seumur Hidup


PROBOLINGGO – Polres Probolinggo kemarin (28/10) merilis kasus pembunuhan berlatar belakang asmara yang terjadi di Desa Rambaan, Kecamatan Sumber. SN (38) yang tega membunuh tetangganya sendiri, yaitu Sukamto (32), dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Sukamto yang merupakan warga Dusun Darungan, Desa Rambaan, dihabisi SN pada Kamis (24/10) siang. Sukamto dibunuh saat menjemput anaknya pulang dari sekolah sekitar pukul 12.00. Bahkan pembunuhan itu dilakukan SN di depan anak Sukamto yang masih duduk di kelas 3 SD.

SN berhasil ditangkap polisi sekitar lima jam setelah peristiwa pembunuhan tersebut. SN ditangkap di rumahnya, tanpa ada perlawanan.

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto dalam rilis kemarin menjelaskan,  SN melakukan pembunuhan keji ini dilatari faktor asmara. Ketika dirinya sedang merantau untuk bekerja, istrinya malah berselingkuh dengan korban. “Dia (korban, red) selingkuh sama istri saya sejak 2014. Dan saya tidak pernah berjumpa dengan dia (korban, red) selama 6 tahun ketika saya bekerja di luar,” kata SN. 

Menurut SN, dirinya sudah mengenal Sukamto sekitar 10 tahunan. SN tidak menyangka Sukamto menjalin asmara dengan istrinya. Bahkan perselingkuhan itu terjadi di kamar rumahnya sendiri hingga dipergoki oleh kakaknya.

“Sekitar 20 bulan saya merantau. Saya ditelepon sama kakak saya, kalau istri saya sudah dipulangkan ke rumah mertua saya. Saya tanya alasannya, kakak saya bilang selingkuh di dalam kamar bersama Sukamto,” katanya.

Ia pun mengaku dendam karena cemburu itu sebenarnya sudah reda. Tetapi hari itu ketika melihat korban sedang lewat di depan rumahnya, SN langsung tersulut emosi,  lalu mengambil celurit di dalam kamarnya. “Ketika saya melihat korban lewat di depan rumah itu rasa dendam saya tiba-tiba muncul lagi,” katanya.

Menurut Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto, pelaku membunuh korban dengan sabetan celurit di bagian leher dan punggung. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum mendapatkan pertolongan.

Karena perbuatannya itu, SN harus menghabiskan sisa hidupnya di dalam penjara. Ia dijerat pasal pembunuhan berencana. “Pasal 338 KUHP (tentang pembunuhan berencana,red). Ancaman hukumannya seumur hidup,” tegasnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel