Hukum & Kriminal

Jadi Tersangka Pungli Rp 120 Juta, Kades Jabung Candi Ditahan

PAJARAKAN – Satreskrim Polres Probolinggo menahan Kepala Desa (Kades) Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo Ahmad Haris, Rabu (23/10). Penahanan ini dilakukan karena Abdul Haris sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pungutan liar (pungli) terkait jual beli tanah.

Kades Ahmad Haris kemarin mulanya dipanggil untuk diperiksa. Ia datang memenuhi panggilan polres dengan didampingi penasihat hukum dan keluarganya.

Sepanjang pemeriksaan Kades Ahmad Haris tampak begitu ramah, dengan mengenakan sarung dan berkopyah. Namun, setelah pemeriksaan itu, Kades Ahmad Haris kemarin langsung ditahan.

Dalam kasus ini, Kades Ahmad Haris dilaporkan oleh Duralim, warga Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton. Dalam laporan itu, Kades Haris diduga melakukan pungli atas jual beli tanah milik Duralim pada 28 Oktober 2018 lalu.

Menurut Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso, Duralim menjual tanah miliknya seharga Rp 480 juta. Tanah itu laku pada seorang pembeli dengan harga yang ditetapkan.

“Saat tanah terjual, pelaku (Kades Ahmad Haris, red) tidak meminta upah apapun. Akan tetapi, beberapa lama kemudian, pelaku meminta uang sebanyak Rp 120 juta kepada korban. Karena merasa diperas, akhirnya korban melapor,” kata Akp Rizki usai memeriksa Kades Ahmad Haris.

Soal penetapan tersangka atas Kades Haris, menurut AKP Rizki, sudah dilakukan sejak dua minggu lalu. Bahkan, polres sudah 2 kali memanggil Kades Haris. Namun surat panggilan itu tak kunjung dipenuhi pelaku. Kemudian, pelaku datang saat panggilan ketiga, yaitu kemarin.

“Saat ini Kades sudah ditetapkan sebagai tersangka. Semua alat bukti lainnya sudah terpenuhi, maka selanjutnya akan langsung ditahan,” kata Kasatreskrim AKP Rizki yang berasal dari Surabaya.

Karena terlilit kasus ini, Kades Ahmad Haris terancam dijerat Pasal 12 poin E, UU 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Dengan ancaman hukuman 4 sampai 20 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta sampai Rp 1 milyar,” kata AKP Rizki. (yek/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan