Hukum & Kriminal

Lira Dilaporkan, Ancam Lapor Balik

PROBOLINGGO – Perselisihan soal kepemilikan eks gedung bioskop Regina di Jl Dr Soetomo Kota Probolinggo berlanjut dengan pelaporan kepada pihak kepolisian. Pihak Hotje Sutanto yang merupakan warga Surabaya, melaporkan LSM Lira terkait penutupan sepihak pagar eks gedung bioskop Regina.

LSM Lira Kota Probolinggo yang dikomandani Safri Agung Sugiharto menutup sepihak pagar eks gedung bioskop Regina, sejak 1 Oktober lalu. LSM Lira bertindak atas nama pihak HS Abdullah Assegaf, ahli waris Harun Sulaiman. Pihak ini mengaku sebagai pemilik sah eks Regina berdasar keputusan MA.

Namun, penutupan pagar itu direaksi oleh pihak Sutanto, yang juga mengaku sebagai pemilik sah dari eks bioskop Regina. Klaim pihak Sutanto melalui putranya, Hothe Sutanto, didasarkan pada kepemilikan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB).

Saat dikonfirmasi kemarin (20/10), Hotje menyatakan sudah melaporkan LSM Lira ke Polres Probolinggo Kota Pada Selasa (8/10) lalu. Menutur Hotje, LSM itu dilaporkan karena melakukan penutupan semena-mena dan tidak berdasar.

“Sudah, kami sudah melaporkan perbuatan semena-mena dan tidak berdasar itu 8 Oktober 2019 lalu. Mereka (LSM Lira, red) menutup lahan kami tanpa ada bukti yang mendukung,” ujar Hotje. Ia mengingatkan, sebagai pemegang sertifikat asli HGB 131, pihaknya memiliki hak atas lahan di selatan toko Juni tersebut.

Menurut Hotje, ia tahu lahannya ditutup setelah diberitahu salah satu pedagang yang berjualan di dalam areal eks gedung bioskop Regina. “Karena penutupan sepihak, saya buka. Dan yang menutup, kami laporkan,” katanya.

Sementara, Wali Kota Lira Safri Agung Sugiharto menyatakan tidak terima pagar di eks Regina dibuka. Ia akan melaporkan orang atau lembaga yang telah berani membuka penutup tersebut. “Ya, akan kami laporkan. Karena lahan ittu milik orang yang memberi kuasa ke kami,” tegasnya.

 Menurutnya, lahan tersebut sudah dimenangkan Harun Sulaiman, orang tua HS Abdullah Assegaf dalam sengketa tahun 90-an dan sudah inkrah. Dengan demikian, tanah itu sudah milik Harun Sulaiman.

“Kami menutup tidak sembarangan. Tapi lahan itu milik Harun Sulaiman, yang memang sengketa di pengadilan. Sudah inkrah. Kok ujug-ujug ada yang mengaku punya sertifikat,” tambahnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan