Hukum & Kriminal

Ayah Tiri Pemerkosa Ditangkap


PROBOLINGGO – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Probolinggo akhirnya menangkap AL (66), pria asal Kecamatan Leces yang tega memperkosa putri tirinya, NM (14). Pelaku ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya sendiri, Kamis (10/10) lalu.

Kanit PPA Satreskrim Polres Probolinggo Bripka Isyana Reny Antasari mengungkapkan, penangkapan terhadap tersangka AL dilakukan setelah anggotanya berhasil mengumpulkan sejumlah alat bukti. Pelaku disangka melakukan pemerkosaan terhadap putri tirinya, NM.

 “Memang butuh waktu selama dua pekan untuk menangkap pelaku. Bukannya lambat, tapi kami terlebih dahulu harus melengkapi beberapa alat bukti yang cukup sebelum mengamankan pelaku,” kata Bripka Reny, Minggu (13/10).

Disebutkannya salah satu alat bukti yang kuat sebenarnya sudah didapatkan sejak sepekan lalu, tepatnya pada Kamis (3/10). Alat bukti yang dimaksud ialah berupa surat hasil visum dari pihak rumah sakit yang menyatakan bahwa kemaluan korban telah mengalami trauma akibat dimasuki benda tumpul.

“Alat bukti tersebut kemudian terus kami kembangkan, termasuk dengan memintai keterangan korban dan sejumlah saksi lainnya. Hingga akhirnya, pelaku kami tangkap dirumahnya,” jelas Bripka Reny.    

Dijelaskannya selama kurun waktu 2 pekan ini, fakta lain terkuak, yakni selain telah diperkosa oleh ayah tirinya, NM ternyata juga dipaksa untuk menjaga toko pracangan milik pelaku. Korban dipaksa menjaga toko sejak pukul 17.00 hingga pukul 23.00, sekaligus mengurus rumah.“Selain faktor asusila, korban menyampaikan kalau dirinya sudah tak kuat terus menerus diperlakukan demikian oleh orang tuanya,” jelasnya.

Adapun jerat hukum yang akan dikenakan pada  AL ialah pasal 81 UU  35 tahun 2014, dengan hukuman paling berat mencapai 15 tahun penjara. “Karena pelaku ini adalah ayah tirinya, yang melakukan perbuatan ini, ditambah lagi 1/3 hukumanya, ya bisa sampai 20 tahun,” ujar Bripka Reny.

Sebagaiamana diberitakan sebelumnya, NM menjadi korban kekerasan dan pelampiasan nafsu birahi AL, ayah tirinya. Peristiwa itu, terjadi beberapa kali sejak awal 2019. Ironisnya, NM malah dituduh menjadi perebut laki orang (pelakor) oleh ibu kandungnya, MM.

Kasus ini sudah ditangani Polres Probolinggo sejak dua pekan lalu. Tetapi Polres Probolinggo tidak langsung menangkap AL. Baru setelah mendapat cukup bukti, Kamis lalu polisi menangkap AL di rumahnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel