Hukum & Kriminal

Bu Tantri Akan Terapkan Desa Emas

MAGELANG – Pemkab Probolinggo menunjukkan keseriusannya untuk segera mewujudkan Desa Emas (Enterpreneur, Mandiri, Adil dan Sejahtera) di wilayahnya. Program dari Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) itu bertujuan membangun desa agar merdeka dari kemiskinan, pengangguran, dan rasa tidak aman.

Bupati Probolinggo Hj. P Tantriana Sari mengatakan, langkah awal telah dilakukan dialog dan peninjauan lapangan oleh petinggi KEIN, beberapa waktu lalu. “Ketua Pokja Industri Pedesaan KEIN Aries Muftie dan Ketua Pokja Industri Kreatif Irfan Wahid sudah sempat ke Kabupaten Probolinggo,” ujar Tantri.

Untuk mempercepat terealisasinya Desa Emas di Kabupaten Probolinggo, Pemkab melakukan kunjungan balasan, sejak Senin (7/10) lalu.  Kunjungan dipusatkan di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

“Pada kunjungan studi tiru ini dilakukan sharing dan diskusi mengenai bagaiman mewujudkan Desa EMAS tersebut. Kami berkesempatan melakukan penandatangan MoU antara Pemerintah Kabupaten Probolinggo dengan Yayasan Desa Emas Indonesia, dan perjanjian kerja sama antara OPD terkait dengan Yayasan Desa Emas Indonesia,” papar Bupati Tantri.

Ketua Pokja Industri Pedesaan KEIN Aries Muftie menjelaskan, ada 5 pilar untuk mewujudkan Desa EMAS. “Pertama, bina akhlak. Sasarannya adalah pengelolaan SDA yang tidak menyebabkan kerusakan lingkungan,” katanya.

Kedua, Bina Saudara di mana sasarannya adalah warga desa didorong untuk bersaudara dan dibuat kelompok usaha bersama. “Yang ketiga, Bina Sinergi dengan membentuk koperasi yang beranggotakan seluruh warga desa atau minimal seluruh KK (Kepala Keluarga) di desa tersebut,” tambahnya.

Pilar keempat adalah Bina Dana. Agar program bisa sinergi, maka perlu dana dan investasi.  Karena itu harus ada BUMDes, lembaga keuangan desa yang mengumpulkan dana untuk investasi.

Adapun pilar kelima adalah Bina Pasar dan Produk Unggulan. “Setelah pengumpulan dan berhasil, maka perlu disiapkan pasar baik fisik maupun virtual (e-Pasar Desa) yang menjual produk-produk unggulan desa, khususnya hasil hutan, kebun dan lain sebagainya,” pungkas Aries. (ra/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan