Hukum & Kriminal

Rumah Makan Terkemuka Ditipu Pakai Receh

PROBOLINGGO – Gara-gara uang logam, dua warga Kota Surabaya dibekuk aparat Polres Probolinggo Kota. Mereka adalah Harianto (43) dan Moch Rifai (38), warga Kaliomlor, RT/RW 001/003, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamayan Kenjeran, Kota Surabaya.

Penyidik Polresta Probolinggo telah menetapkan dua orang itu sebagai tersangka dalam kasus penipuan penukaran uang logam. Keduanya menipu kasir rumah makan Rawon Nguling di jalan raya Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

“Kepada kasir, kedua tersangka ini mengaku memiliki uang receh senilai Rp 3.500.000 yang telah dibungkus uang plastik,” ujar Wakapolresta Kompol Imam Pauji dalam rilis kasus kriminal di mapolresta, Senin (7/10).

Penipuan di rumah makan itu dilakukan tersangka pada Sabtu (28/9) lalu sekitar pukul 19.00. Tanpa rasa curiga, kasir pun memberikan uang kertas senilai nominal yang tertera di kantong plastik tanpa menghitung jumlah pastinya. Berhasil memperdaya si kasir, kedua pelaku meninggalkan rumah makan tersebut.

Sepeninggal tersangka, pihak rumah makan menghitung  jumlah uang logam yang telah ditukar itu. Ternyata nominalnya tidak sama dengan jumlah nominal yang tertulis di plastik bungkus uang receh tersebut.

Merasa ditipu, pihak rumah makan langsung menghubungi polisi. Tak lama setelahnya, pelaku yang telah diketahui ciri-cirinya tersebut berhasil diringkus tanpa perlawanan.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa sekantong plastik yang berisi uang logam pecahan Rp 500 dengan jumlah senilai Rp 533.000. Ada juga uang logam kuning pecahan Rp 500 senilai Rp 51.000, dan uang logam pecahan campuran sebanyak Rp 123.300. Polisi juga mengamankan 1 unit sepeda motor milik pelaku yang dikendarai saat melakukan tindak penipuan.

Wakapolresta mengatakan, kasus penipuan dengan modus penukaran uang logam itu baru pertama kali terjadi di wilayahnya. “Sasarannya rumah makan dan toko pracangan  yang butuh uang recehan. Kedua tersangka kami jerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” ungkapnya.

Sementara itu, pihaknya juga mengamankan Mukhamad Mundlofar (50), seorang pengedar uang palsu. Warga Dusun Banaran, Desa Bulu, Kecamatan Balen, Kabupaten Bokonegoro itu telah menipu Sujono (45), warga Dusun Krajan RT 2 RW 02, Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Penipuan itu dilakukan dengan modus jual beli sapi.

Penipuan itu terjadi pada Minggu, 28 Juli lalu sekitar pukul 13.30 di Jl Raya Sukapura di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto. Tersangka bersama rekannya membeli 2 ekor sapi ke Sujono dengan kesepakatan harga Rp 44 juta. “Untuk setoran pertama, tersangka membayar uang kepada korban sebesar Rp 30.500.000. Sementara sisanya akan dibayar pada 7 Agustus 2019,” terangnya.

Begitu pulang ke rumahnya, korban mengecek uang yang ia terima dari hasil penjualan sapinya itu. Korban pun kaget karena ternyata uang pecahan Rp 100 ribu itu adalah uang palsu. Korban kemudian melapor ke Polsek Wonomerto hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap.

“Tersangka kami jerat pasal 36 ayat 2 dan 4 KUHP. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan densa sebesar Rp 10 sampai Rp 50 miliar,” tegas Wakapolresta. (gus/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan