Hukum & Kriminal

Masih Buru Dua Pembobol ATM


PROBOLINGGO – Dua dari tiga orang komplotan pembobol mesin ATM yang beraksi di Kota Probolinggo, Minggu (29/9) siang lalu masih belum tertangkap. Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya menyatakan bahwa pihaknya masih memburu dua pelaku tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan AKBP Ambariyadi Wijaya, kemarin (30/9) saat merilis kasus pembobolan ATM yang tergolong tindak pencurian dengan pemberatan (curat). Rilis itu digelar pukul 13.30 di halaman depan mapolresta.

Komplotan pembobol ATM itu terdiri atas tiga orang. Minggu (29/9) lalu sekitar pukul 14.30 mereka beraksi di mesin ATM BNI 46 di Jl Ahmad Yani Kota Probolinggo, depan toko komputer Ridicomp.

Dari tiga orang itu, hanya satu orang yang berhasil ditangkap. Sedangkan dua pelaku lain berhasil kabur dengan mobil yang dikendarainya. Mobil itu sebenarnya terhenti setelah menghantam pohon di pinggir Jl Raden Wijaya. Namun, dua pelaku meneruskan kabur dengan cara naik truk yang melintas.

Dalam rilis kemarin, AKBP Ambariyadi menjelaskan bahwa satu tersangka pelaku yang berhasil ditangkap ialah Rusli (36). Dia warga Jalan Raya Bandening, Desa Banding, Kecamatan Bandar Negeri Semoung Tanggamus, Lampung. Rusli ini bertugas membobol mesin ATM. Dia disergap saat hendak masuk ke dalam mobil yang digunakan beraksi. 

Menurut Kapolresta, dua pelaku yang menjadi eksekutor ialah Rusli dan Anton (40). Satu orang lagi yaitu Hendri (40) menjadi pengemudi sekaligus pengawas aksi. Saat beraksi, Rusli dan Anton yang turun dari mobil, kemudian masuk ke dalam ATM. Mereka membawa obeng, kawat pengait, serta alat lainnya.

Saat komplotan itu beraksi, polisi bersama pegawai Bank BNI dan PT Swadharma Sarana Informatika (SSI) yang datang lebih dulu, sengaja diam mengintai.  Begitu, Anton dan Rusli keluar dari ATM, langsung disergap. “Rusli yang berhasil kami tangkap. Anton lolos dan berhasil masuk ke kendaraannya,” kata Kapolresta.

Hendri dan Anton lalu kabur dengan mobilnya ke arah timur, lalu belok ke Jl Raden Wijaya. Polisi mengejar di belakangnya. Mobil rental yang dikendarai kedua pelaku sempat menghantam pohon di pinggir jalan.

“Takut ketangkap petugas yang mengejar, pelaku keluar dari mobilnya dan kabur nggandol truk ke selatan. Info warga sekitar seperti itu,” jelas AKBP Ambariyadi. Kedua pelaku sampai kemarin masih terus diburu.

Dijelaskan bahwa tersangka Rusli kebagian tugas bertransaksi di mesin ATM. Begitu mesin ATM jalan atau beroperasi, Anton bertugas mengganjal pintu keluar uang yang sudah terbuka dengan obeng. Itu agar transaksi yang dilakukan Rusli gagal. “Jadi transaksi yang dilakukan Rusli itu hanya untuk membuka pintu keluar uang. Kalau uang tidak keluar, maka transaksinya tidak tercatat,” ujar AKBP Ambriyadi.

Selanjutnya, Anton menjepit uang yang ada di boks mesin ATM untuk dikeluarkan dengan kawat. Uang yang sudah berhasil dikeluarkan itu kemudian dimasukkan ke saku celama Rusli.

“Pelaku tidak membobol mesin ATM, tetapi mengambil isi ATM dengan cara bertransaksi. Tapi transaksinya digagalkan, dengan cara mengganjal pintu keluar uang. Mereka bertransaksi satu kali di setiap ATM,” terang Kapolresta.

Setiap kali transaksi, pelaku membawa kabur uang sebesar Rp 1.250.000 untuk pecahan uang Rp 50 ribu. Sedangkan di mesin ATM yang berisi pecahan uang Rp 100 ribu, pelaku bisa mengeluarkan uang sebanyak Rp 2,5 juta.

Kapolresta AKBP Ambariyadi mengatakan, pelaku hari itu melakukan transaksi atau membobol mesin ATM sebanyak 9 kali. Dua di Kabupaten Lumajang, yakni ATM Kunir dan ATM Indomaret di Candipuro.

Sedangkan 7 sisanya di Kota dan Kabupaten Probolinggo. Di antaranya, ATM Ridicomp, Sumbertaman, Plaza Telkom, Pusat perbelanjaan KDS, ATM RSUD dr Moh. Saleh, ATM Pegadaian Kraksaan, serta ATM Indomaret di Tongas. “Tersangka kami jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” tambah Kapolresta.

Dalam aksi penggerebekan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya berupa 2 obeng jenis min, 1 obeng pengait, 3 kawat pengait, 1 alat penjepit, 1 besi dongkrak, 1 set stop kontak dan saklar yang terangkai dengan kabel, serta 1 unit mobil Ertiga bernopol F 1328 RS.

Mobil tersebut atas nama Kukuh Subagio, wraga Bedahan Gang Anyar nomor 50, RT 15 RW 01, Pabuaran-Cibinong- Bogor. Mobil itu diamankan, berikut kunci kontak dan STNK, serta uang tunai Rp 6.650.000.

Kepada AKBP Ambariyadi tersangka Rusli mengaku sudah 6 hari berkeliaran di Probolinggo. Meski pelaku sempat berada di Malang, namun dia membobol ATM dengan cara bertransaksi hanya di Probolinggo dan Lumajang.

Saat ditanya mengapa memilih Probolinggo dan hanya mesin ATM BNI yang dibobol, Rusli mengaku hanya menguasai ATM BNI. “Kami tahu Probolinggo dari seorang teman. Kalau ATM lain, kami tidak bisa. Hanya ATM BNI yang kami kuasai,” kata Rusli menjawab Kapolresta. (gus/iwy)


Bagikan Artikel