Hukum & Kriminal

Bobol Kios, Maling Sembako Dicokok Polisi


PAJARAKAN – Mangur (23), warga Desa Sumberejo Kecamatan Tongas, harus melewatkan aktivitas normalnya sejak Selasa (24/9) lalu. Yakni setelah ia ditangkap petugas Polres Probolinggo karena mencuri di kios milik Zulfatul Ulya di Desa Purut, Kecamatan Lumbang. Kini, ia mendekam di sel tahanan.

Polres Probolinggo merilis aksi kriminal yang dilakukan Mangur, Rabu (25/9). Tangan diborgol, tubuhnya mengenakan baju tahanan warna orange. Kepada para wartawan, Mangur yang telah ditetapkan sebagai tersangka mengakui aksi pencuriannya. Hal serupa juga diakuinya di hadapan Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto.

Kapolres mengatakan, pencurian dilakukan oleh Mangur sekitar pukul 06.00. Saat itu pemilik belum datang ke kiosnya. Tersangka masuk ke dalam kios melalui jendela belakang. Jendela tersebut dibuka paksa dengan linggis.

Karena masih belum dibuka, tersangka dengan leluasa membawa beberapa barang dagangan. Terutama sembako. Helm warna pink milik pemilik kios juga disikat. “Jika ditaksir dengan angka, total kerugian itu sekitar Rp 8 juta,” kata Kapolres.

Beberapa saat setelah tersangka kabur, pemilik tiba di kiosnya. Ia telah menemukan kondisi kiosnya acak-acakan. Beberapa barang dagangannya ludes digondol tersangka. Korban langsung melaporkan kejadian itu pada pihak Kepolisian.

Kapolres mengungkapkan, dari olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang dilakukan, anggotanya berhasil mengungkap identitas pelaku. Hal itu berdasarkan petunjuk dan bukti-bukti yang didapatkan dalam olah TKP. “Selanjutnya anggota kami berhasil menangkap tersangka. Tapi barang curiannya sudah habis,” katanya.

Sementara itu, tersangka Mangur mengatakan, ia menjebol toko hanya seorang diri. “Saya hanya mencuri helm dan sembako saja. Sembako yang saya ambil seperti beras, gula, sabun, handbody, dan kebutuhan dapur lainnya,” katanya.

Mangur mengatakan, sembako yang dicurinya, tidak ia jual. Melainkan digunakan sendiri. “Dibuat makan setiap hari,” ungkapnya. (yek/eem)


Bagikan Artikel