Hukum & Kriminal

Duel Berdarah, Kakak Ipar Tewas

KURIPAN – Warga Dusun Krajan Desa Wringinanom, Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo kemarin (17/12) gempar oleh peristiwa carok. Terlebih, duel berdarah itu melibatkan kakak dengan adik iparnya. Dan dalam duel itu sang kakak ipar tewas.

Polisi mengevakuasi jasad Samad untuk divisum di RSUD Tongas. (Choirul Umam Masduqi/Koran Pantura)

Berdasar informasi yang dihimpun Koran Pantura, peristiwa duel berdarah itu terjadi sekitar pukul 14.30. Korban tewas adalah bernama Samad (65), yang tak lain adalah kakak ipar lawan duelnya, yakni Arman alias Maden (60).

Belum diketahui pasti motif yang melatari insiden berdarah ini. Sementara ini hanya ada dugaan bahwa carok dua orang bersaudara itu dipicu gara-gara sepele, yaitu pelaku dan korban tidak mau kalah omongan.

Juki selaku kepala Dusun Krajan mengaku tidak tahu persis penyebab kejadian ini. Menurutnya, pada saat kejadian siang kemarin hanya ada tiga orang di TKP, yaitu Samad, Arman dan istrinya, Amliyati (55).

“Jadi tiga orang itu yang ada di sawah. Dan itu sudah biasa. Tiap hari mereka bersama untuk membersihkan sawah milik keluarganya. Saya sendiri kurang paham penyebabnya. Tahunya sudah banyak orang di sawah itu,” kata Juki saat berada di lokasi kemarin.

Berdasar informasi yang diterima Juki, sebelum kejadian tersebut, Samad, Arman dan istrinya sedang membersihkan rumput untuk persiapan tanam padi. Namun, di tengah aktivitas itu, terjadi cekcok mulut antara Samad dengan Arman. “Nah, kata warga, pelaku dan istrinya  meninggalkan korban di sawah dengan menggunakan sepeda motor,” katanya.

Tetapi warga yang kebetulan lewat kemudian melihat Samad sudah tak bernyawa dengan luka oleh benda tajam di bagian leher tembus dada. Warga langsung menghubungi perangkat desa dan pihak kepolisian. “Kami langsung melapor ke polsek untuk kemudian ditindaklanjuti,” jelas Juki.

Beberapa menit kemudian petugas dari Polsek Kuripan mendatangi TKP. Mereka kemudian mengevakuasi mayat korban ke RSUD Tongas untuk divisum. Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka sabetan benda tajam di bagian leher hingga tembus dada. Selain itu, ditemukan uang Rp 603 ribu di kantong baju korban.

Apakah dua bersaudara itu duel karena rebutan warisan? Juki tidak berani memastikan. Tetapi menurutnya, sebelum kejadian ini, Samad dan Arman tidak pernah terlihat bertengkar atau cekcok mulut. “Pelaku dan korba ini satu rumah. Gara-gara apa sampai mereka carok, itu yang kami nggak tahu,” ujar Juki.

Sementara, Kapolsek Kuripan AKP Kusmidi mengatakan, si pelaku yakni Arman alias Maden sudah diamankan di markasnya dan masih dimintai keterangan.  “Soal motif, kami masih dalami dulu. Sampai saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan,” jelas Kapolsek saat dikonfirmasi kemarin petang. (rul/iwy)

 

 


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan