Hukum & Kriminal

Pembunuh Suami Dapat Keringanan


PROBOLINGGO – Tersangka Sukanti (45) Warga Desa Sumberanom, Kecamatan Sumber, yang tega membunuh suaminya sendiri, terancam hukuman penjara paling lama 20 tahun penjara. Tetapi lantaran faktor kemanusiaan, tersangka mendapat keringanan dalam kasus ini.

Hal itu disampaikam Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto, saat dijumpai di ruang kerjanya, kemarin (3/9). Ia menuturkan, atas aksi nekat yang dilakukan, tersangka dijerat dua pasal, yaitu pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan UU 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). “Ancamannya paling lama 20 tahun kurungan penjara,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pasal 338 KUHP tersebut dipatok karena tersangka telah memiliki niat dan rencana untuk melakukan pembunuhan pada suaminya. Rencana itu ada ketika korban merasa gelisah dan takut atas ancaman dari korban. Sehingga tersangka bangun dari tidurnya, dan segera mencari alat pukul untuk membunuh korban.

“Nah, niat tersangka mencari kayu sebagai alat pemukul itu sudah termasuk perencanaan. Hingga kemudian tersangka memukulkan kayu itu pada korban, sampai korban tewas di tempat tidurnya. Dari itulah tersangka dijerat pasal 338 KUHP. Karena kejadiannya di dalam rumah dan masih keluarga, tersangka terjerat pasal KDRT,” papar AKP Rianto.

Meski demikian, kata pria asal Pasuruan itu, pihaknya banyak alasan untuk meringankan jeratan pasal tersangka. Tentunya itu dilakukan dengan menilai berbagai aspek kemanusiaan. Ada 5 aspek yang bisa meringankan, yaitu tersangka tidak berbelit dan mengakui kesalahannya dengan menyerahkan diri pada pihak kepolisian.

“Tersangka merasa menyesal, tidak pernah berurusan dengan hukum sebelumnya, usia tersangka yang telah tua, dan tersangka yang statusnya saat ini sebagai tulang punggung keluarga. Lima aspek itu bisa meringankan jeratan pasalnya. Tersangka memenuhi kelima aspek itu,” jelas perwira yang baru selesai menunaikan ibadah haji itu.

Apalagi, masih kata AKP Riyanto, pihaknya telah mengetahui track record tersangka di desanya. Selain merupakan pekerja keras, ia juga memiliki seorang anak yang usianya baru menginjak 10 tahun. “Tersangka sudah 4 kali menikah, suami pertama punya anak satu. Dari suami kedua dan ketiga nggak punya. Baru dari suami keempat punya anak satu itu,” jelas  mantan Kasat Reskrim Polres Situbondo itu.

Seperti diberitakan kemarin, Sukanti memukul suaminya menggunakan kayu, saat tidur hingga meregang nyawa. Peristiwa itu terjadi pada Senin (2/9) dini hari. Sukanti nekat melakukan perbuatan itu karena merasa selalu takut gelisah oleh ancaman cekik dari suaminya.   (yek/iwy)


Bagikan Artikel