Hukum & Kriminal

Mantan Kades Divonis 5 Tahun Penjara


PROBOLINGGO – Persidangan kasus mantan Kades Brumbungan Lor Kecamatan Gending Rohmad, akhirnya sampai pada vonis. Dalam sidang yang diselenggarakan Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (5/8), mantan Kades Rohmad divonis 5 tahun penjara atas perbuatannya menjual tanah kas desa.

Hal itu dikabarkan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Novan Basuki, kemarin. Menurutnya, dalam sidang kemarin majelis hakim menjatuhkan vonis 5 tahun penjara kepada terdakwa mantan Kades Rohmad. Selain vonis 5 tahun penjara, Rohmad juga divonis membayar denda Rp 250 juta.

Menurut Novan, vonis itu sudah sesuai dengan tuntutan yang diajukannya sebagai JPU (Jaksa Penuntut Umum) dalam sidang pekan lalu. Dijelaskan, JPU mengajukan tuntutan atas dua pasal yang terbukti, yaitu  Pasal 2 ayat (1) UU pemberantasan tindak pidana korupsi (Tipikor), dengan hukuman penjara minimal 4 tahun kurungan, dan denda uang minimal Rp 200 juta.

Kemudian, lanjutnya, pasal 3 UU Tipikor dengan ancaman hukuman penjara minimal 1 tahun penjara dan denda uang minimal Rp 50 juta. “Jadi total ancamannya  minimal 5 tahun penjara, dan denda uang Rp 250 juta,” ungkap Novan. 

Ia menyampaikan, pasal yang menjadi tuntutannya itu telah dibuktikan dengan tindakan yang dilakukan terdakwa mantan kades.  Di antaranya, mengubah status tanah di letter C. “Kemudian, juga membuat surat keterangan bahwa tanah tersebut bukan tanah kas desa, serta membuat surat pernyataan bahwa desa tidak berhak dan menyerahkan tanah kepada Sini,” ujarnya.

Novan menambahkan, dari tuntutan yang diajukan itu, hakim mengamini dan memvonis eks Kades Rohmad dengan 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta.

Sementara, sampai kemarin mantan Kades Rohmad masih berstatus buron. Ia  belum tertangkap. Karena itu, sidang tetap berlangsung sampai jatuh vonis, meskipun terdakwa tidak hadir di persidangan (in absentia). “Ya, sidang dan vonis yang ditetapkan tanpa kehadiran terpidana. Masih dalam buron,” tutur Novan.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Kades Brumbungan Lor periode 2008-2014 Rohmad disidang karena perbuatannya menjual tanah kas desa. Itu terjadi sekitar 2013 lalu.

Tanah kas desanya seluas sekitar 0.513 hektare dijual Rohmad kepada Robani, warga Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali, seharga Rp 415 juta. Selanjutnya, tanah kas desa itu sudah bersertifikat atas nama Sini. Tetapi setelah kasus itu mencuat, mantan Kades Rohmad kabur. (yek/iwy)


Bagikan Artikel