Hukum & Kriminal

Kakek Cabuli Anak Tetangga

PAJARAKAN – Ahmad Salman Farisy (67), warga Desa Patokan, Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo kini harus mendekam di balik jeruji besi. Kakek tiga cucu yang biasa menjadi tukang azan di kampungnya itu ditangkap polisi pada Rabu (26/6) lalu karena mencabuli NR (10), anak tetangganya.

Kasus ini kemarin (10/7) dirilis Polres Probolinggo. Ahmad Salman Farisy ditunjukkan juga kepada media. Pria baya itu sudah mengenakan pakaian tahanan warna oranye. Kakek yang rambutnya memutih itu berjalan tertatih dengan tangan terborgol.

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto menjelaskan, awalnya pelaku Ahmad Salaman memanggil korban NR untuk datang ke rumahnya. Kemudian pelaku yang merupakan pensiunan  pabrik itu mengajak korban ke ruang tengah, depan TV. Sambil menunjukkan film kartun yang disukai korban, pelaku memulai niat busuknya.

“Pelaku memangku korban sambil menonton TV. Saat korban asyik nonton,  si kakek itu mulai menggerayangi tubuh korban. Mulanya, pelaku menyentuh bagian kaki korban, lalu semakin ke atas, pada bagian paha,” terang AKBP Eddwi.

Selanjutnya, pelaku sampai memasukkan tangannya ke dalam celana dalam korban dan menyentuh bagian vitalnya. NR sempat kaget dan menolak. “Tetapi pelaku terus merayunya dengan cara memberi iming-iming sesuatu pada korban,” jelasnya.

Karena iming-iming itu, korban akhirnya kepincut. Tak lama kemudian, korban pergi meninggalkan pelaku dan pulang ke rumahnya. Di rumahnya, korban mengadukan kejadian itu kepada orang tuanya. Dan tak butuh waktu lama, orang tua korban langsung melapor kepada pihak kepolisian. “Dari laporan itu, kami segera mengamankan pelaku,” tuturnya.

Sementara itu, Ahmad Salman mengaku baru sekali itu melakukan pencabulan. Ia pun mengaku khilaf atas perbuatan bejatnya itu. “Saya terbawa nafsu saat itu. Itu baru pertama kali. Sekarang saya menyesal,” ungkap kakek yang memiliki 3 cucu itu.

Atas kelakukan bejatnya itu, kini pelaku dijerat pasal 76 E jo Pasal 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara. (yek/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan