Hukum & Kriminal

DPO Maling Motor dan Penadah Kraksaan – Gading Diciduk

PAJARAKAN – Tak butuh waktu lama bagi Satreskrim Polres Probolinggo untuk menciduk buron komplotan pelaku pencurian kendaraan motor (curanmor) sekaligus penadah barang curian. Tiga orang dalam komplotan ini telah berhasil dijebloskan penjara.

Rabu (3/7), dua pelaku tersebut ialah Mohammad Andri (33), warga Desa Rangkang, Kota Kraksaan, dan Muhammad Slamet (28), warga Desa Kertosono Kecamatan Gading. Sedangkan satu pelaku lagi yaitu Ali Mustofa (28), warga Desa Rangkang Kraksaan, sudah lebih dulu ditangkap.

Sebelumnya, pada Sabtu (4/5) dini hari, Andri dan Slamet mengejar 3 wanita yang berboncengan satu sepeda motor. Sampainya di Taman Makam Pahlawan (TMP)  Kraksaan, kendaraan yang ditumpangi 3 cewek itu ditendang Andri hingga terjatuh. Kemudian, pelaku menodong korban dengan pisau, memaksa mereka agar menyerahkan sepeda motor dan HP-nya.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto menyampaikan, setelah kejadian itu, pihaknya berhasil mengamankan Ali Mustofa lebih dulu. Pelaku diamankan di rumahnya tanpa perlawanan. Kemudian, hasil pengembangan, pihaknya berhasil mengamankan Muhammad Andri.

“Setelah kami kembangkan lagi, kami berhasil mengamankan penadah barang bukti hasil kejahatan tersangka Andri dan Slamet. Sepeda motor itu dijual ke Ali dengan harga Rp 3 juta,” jelas pria asal Pasuruan itu.

Menurutnya, kedua pelaku melancarkan aksinya dalam kondisi mabuk minuman keras. “Pelaku juga menodongnya dengan pisau pada korban,” ungkp Riyanto.

Sementara itu, Muhammad Andri mengakui beraksi dalam kondisi setengah sadar. Sebelumnya, pria yang berprofesi sebagai penjual cilok itu meneguk minuman keras bersama rekannya. “Karena minuman kerasnya habis, kami lantas merampok untuk mendapatkan uang. Uangnya itu kami beli minuman lagi,” ujar bapak satu anak itu.

Kepada Koran Pantura, Andri juga mengaku pernah melakukan hal serupa pada orang lain di sekitar desa tempat tinggalnya. Kebetulan saat itu, korbannya sepasang anak muda mesum di tempat sepi. Karena jengkel, ia lantas menodongnya juga. “Hanya dua kali itu saja. Sekarang saya menyesal. Kasihan anak saya masih kecil,” katanya sembari mencucurkan air mata. (yek/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan