Hukum & Kriminal

Pelaku Perdagangan Manusia Ditangkap


PAJARAKAN – Rudiyanto (40), warga Desa Randupitu Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo harus berurusan depan Polres Probolinggo. Ia ditangkap lantaran melakukan tindak pidana perdagangan manusia (human trafficking).

Rudiyanto, dikatakan sebagai pihak yang pertama kali memberikan iming-iming pekerjaan ke luar daerah, kepada seorang perempuan bernama Intan Kandiyati (26), warga Desa Condong, Kecamatan Gading.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto menyampaikan, pelaku diduga menjadi dalang dan awal terjadinya perdagangan manusia. Ia mengajak korban dengan rayuan pekerjaan dengan gaji besar di luar daerah. “Pelaku inilah yang awalnya mengajak korban untuk bekerja,” katanya, kemarin (25/6).

AKP Riyanto menjelaskan, kejadian itu bermula pada bulan April 2014 lalu. Ketika itu sekitar pukul 18.00 WIB, Intan pamit kepada ibunya, Susiyati (48), untuk keluar rumah membeli kue. Namun sampai pukul 22.00 WIB, Intan belum pulang ke rumah, hingga ayahnya, Sukandi (49), berkeliling mencari. Tetapi, sampai esok pagi Intan tidak kunjung ditemukan.

Beberapa waktu kemudian, pasutri tersebut mendengar informasi dari SIH, bila anaknya berangkat kerja ke Surabaya. Kedua orang tua Intan kaget, putrinya hidup di tanah rantau tanpa pamit padanya.

Tiga bulan berikutnya, pasutri itu mendapat kabar lagi, Intan sudah pindah kerja di Batam. Berselang 5 bulan kemudian, tersiar kabar Intan dibawa ke Malaysia oleh Rudiyanto. Sayangnya tidak diketahui pekerjaan putrinya di negeri jiran itu.

Dari kabar yang diterima kedua orang tua Intan, mereka kemudian mencari kediaman Rudiyanto itu di Desa Randupitu. Kepada pelaku, pasutri itu menanyakan keberadaan anaknya. Sayangnya, pelaku tak menjelaskan secara detail soal pekerjaan Intan di Malaysia.

Rasa curiga dan kekhawatiran orang tua Intan semakin menggumpal. Akhirnya pasutri itu nekad melaporkan kejadian yang menimpa keluarganya pada Polres Probolinggo. “Dari laporan itu, pelaku akhirnya diamankan,” ujar Riyanto.

Mantan Kasat Reskrim Polres Pasuruan itu mengatakan, pelaku sudah diamankan. Namun hingga kini Intan belum diketahui keberadaannya. “Kami masih melacak keberadaan korban, yang info terakhir dibawa ke Malaysia,” katanya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel