Hukum & Kriminal

Komplotan Perampok Sadis Digulung Polisi

TEGALSIWALAN – Komplotan perampok sadis lintas daerah berhasil digulung oleh jajaran unit Reskrim Polsek Tegalsiwalan. Total ada 5 pelaku yang berhasil diamankan dalam operasi penangkapan para pelaku di 5 lokasi berbeda sejak sepekan lalu.

Dalam rilis di markas Polsek Tegalsiwalan pada Kamis (20/6) siang, terungkap para komplotan pelaku ini masing-masing bernama Ahmad Fauzi (20); Sules (48); dan Sapi (45) yang merupakan warga Desa Tigasan Wetan; berikutnya Ahmad Salim (28) yang merupakan warga Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan; dan satu pelaku lainnya yakni Slamet (38), merupakan warga Desa Gunung Tengu, Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang.

Kapolsek Tegalsiwalan AKP Ida Bagus mengungkapkan, lima anggota komplotan perampok ini sudah sangat meresahkan warga. Pengungkapan ini bermula dari penangkapan Ahmad Fauzi pada Rabu (12/6) lalu. Pelaku dilaporkan warga karena gerak-geriknya sangat mencurigakan, yaitu membawa sajam berupa berupa celurit pada malam hari disekitar desa Paras kecamatan Tegalsiwalan.  “Dari adanya laporan itu anggota unit reskrim kami bergerak cepat dengan menagkapnya sekitar jam 10 malam dan pelaku langsung dibawa ke mapolsek untuk proses interogasi,” ungkapnya, Kamis (20/6).

Dijelaskan Ahmad mengaku telah terlibat dalam sejumlah aksi pencurian bersama dengan 7 rekan komplotannya. Dari pengakuan tersebut, secara estafet dalam kurun waktu sepekan anggota unit Reskrim Polsek Tegalsiwalan menangkap total 4 orang lagi dari total 8 orang dalam komplotan ini.

“Jadi, dalam sepekan, anggota kami berhasil menangkap 5 pelaku. Sedangkan 3 pelaku lainnya masih DPO , namun identitas mereka sudah kami kantongi yakni masing-masing berinisial AL, SN, dan SH,” jelasnya.

Mantan Kapolsek Tiris ini menyebut para anggota komplotan ini sangat lihai dan dikenal sadis. Karena dalam setiap melakukan aksinya mereka selalu membekali diri dengan sajam dan tak segan melukai korbannya.

Tercatat setidaknya ada 6 TKP yang diakui para pelaku sebagai korban tindak pidana mereka. Diantaranya pencurian 3 ekor sapi di desa Banjarsawah; pencurian 2 unit sepeda motor di desa Sumberbulu; pencurian 2 ekor sapi di desa Sumberklidung; pencurian mesin pompa air di desa Sumberklidung; pencurian 4 ekor sapi di dua lokasi di desa Bulujaran Kidul. “Tapi kami tak lantas langsung mempercayainya, karena kuat dugaan TKP-nya bisa lebih dari pengakuan para pelaku itu,” tegas Kapolsek.   

Sementara, salah satu pelaku yakni Sules (48), mengatakan bahwa dirinya nekat melakukan aksi pencurian karena desakan kebutuhan ekonomi. “Gebei ngakan (buat makan, red),” katanya dalam bahasa Madura. (tm/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan