Hukum & Kriminal

Hamil Tak Wajar, 39 Pasangan Ajukan Dispensasi Kawin

KRAKSAAN – Pergaulan anak muda yang semakin bebas dampak perkembangan zaman seringkali berakibat kepada sesuatu yang negatif. Bahkan terkadang anak di bawah umur sudah hamil di luar nikah. Padahal fenomena tersebut berdampak buruk bagi masa depan mereka.

 

Hal ini sangat disayangkan oleh Masyhudi selaku Panitera Muda Hukum di Pengadilan Agama (PA) Kraksaan. Sedangkan untuk bisa menikah bagi masyarakat yang masih berada di bawah umur harus mendapatkan surat dispensasi kawin dari Pengadilan Agama. Saat ini pihaknya sudah mengeluarkan sebanyak puluhan surat untuk dispensasi kawin karena usianya yang belum memenuhi peraturan untuk menikah.

 

“Dari Januari 2019 kami sudah mengeluarkan sebanyak 39 surat dispensasi kawin tersebut. Tapi untuk bulan ini baru 1 surat yang kami keluarkan, semoga saja tidak ada lagi yang memintanya,” katanya, Kamis (13/6).

 

Dari periode Januari hingga Juni 2019, PA setempat hanya abstain mengeluarkan surat dispensasi tersebut pada bulan Februari. Dari data yang Masyhudi berikan, tercatat bahwa pada bulan April Pengadilan Agama mengeluarkan surat dispensasi tersebut. Bahkan pada bulan Ramadan, pihaknya juga masih harus mengeluarkan surat tersebut.

 

“April yang terbanyak, ada 13, Januari 12, Maret ada 7, dan hanya Februari yang kosong. Bahkan ia bulan Mei yang berbarengan dengan bulan suci Ramadan, kami masih harus mengeluarkan 6 surat,” jelasnya.

 

Namun dari total 39 surat dispensasi kawin yang dikeluarkan PA setempat, tidak semuanya diajukan oleh yang bersangkutan karena mengalami kehamilan di luar nikah, sebagian kecil dari mereka menikah di usia dini disebabkan keinginan dari orang tuanya masing-masing.

 

“Mayoritas memang karena hamil di luar nikah, sekitar 80 persennya lah. Sebagian kecil itu karena keinginan orang tuanya. Kasusnya biasanya karena sering jalan bersama bersama pacar atau tunangannya, bahkan ada yang sampai menginap. Khawatir terjerumus ke perbuatan dosa besar, makanya orang tuanya yang ingin cepat-cepat anaknya menikah,” papar Masyhudi.

 

Ia berharap orang tua yang bersangkutan dapat berperan aktif membimbing anaknya yang menikah di usia dini. Sebab, seringkali perceraian dimulai karena pertengkaran yang sering terjadi yang ditengarai karena pemikiran yang bersangkutan yang kurang dewasa.

 

“Semoga saja orang tuanya bisa membimbing untuk mencapai keluarga yang harmonis, tidak saling memanas-manasi untuk bercerai ketika ada pertengkaran,” katanya. (ay/ra)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan