Hukum & Kriminal

WA Kadis Satpol PP Dibajak untuk Menipu

PROBOLINGGO – Kepala Dinas Satpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi pada Selasa (11/6) sore lalu mendatangi markas Polres Probolinggo Kota. Agus Effendin ternyata melaporkan seseorang yang mencatut WhatsApp-nya untuk menipu.

Seseorang yang dilaporkan Agus Effendi itu seseorang dengan profile di WhatsApp-nya memakai foto Haris, yaitu Kabid Humas pada Satpol PP Provinsi Jatim. Namun, laporan Agus ini belum dicatat. Sebab, polresta butuh nomor handphone atau WA orang yang memakai foto Hari. Sedangkan Agus tidak punya nomor tersebut. Alhasil, kedatangannya ke mapolresta Selasa lalu hanya sebatas pengaduan.

Dalam kejadian ini mulanya ada seseorang yang mengirim pesan WA kepada Agus Effendi, isinya mengajak berbisnis. Karena foto profil WA tersebut adalah rekan seprofesinya yang bertugas di Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Agus mengiyakan tanpa banyak komentar.

Beberapa saat kemudian, pelaku meminta nomor PIN WA Agus Effendi. “Saya kan waktu itu ngobrol sama seseorang. Karena serius, permintaan itu saya kabulkan. Saya kirim nomor PIN WA saya. Ya, karena yang minta teman saya. Saya tidak curiga,” kata Agus.  Ternyata, dengan PIN itu, pelaku membajak WA Agus Effendi, lalu beraksi melakukan penipuan dengan dalih pinjam uang kepada pejabat di Pemkot Probolinggo.  

Menurut Agus, ada satu pejabat pemkot yang sudah menyetor ke pelaku sejumlah uang, yaitu Sekda dr Bambang Agus Suwignyo. Sedangkan Agus sendiri tidak sampai tertipu lantaran nomor WA-nya tidak bisa digunakan alias mati, karena digunakan oleh pelaku yang belum diketahui identitas dan keberadaannya.

Karena WA-nya terkunci itu, Agus kemudian sadar kalau dirinya kena tipu. Mantan Camat Kedopok ini telah mengirim PIN nomor WA-nya kepada seseorang yang menggunakan foto profile Haris tersebut. Nah, dengan PIN WA itulah pelaku beraksi melakukan penipuan.

Agus mengatakan, Sekda telah mentransfer uang Rp 6 juta, sesuai permintaan pelaku. Pelaku yang menggunakan nomor WA Agus untuk menghubungi sejumlah kepala OPD dan kenalan Agus yang lain, meminjam uang antara Rp 2 juta hingga Rp 10 juta.

“Sementara ini yang sudah transfer Pak Sekda, Rp 6 juta. Yang lain belum tahu. Pak Sekda transfer, karena saya yang WA,” ujar Agus siang kemarin (12/6). Padahal, yang mengirim pesan WA kepada Sekda adalah pelaku yang menggunakan WA Agus.

Aksi penipuan dengan memanfaatkan nomor WA orang lain itu diketahui setelah Sekda menelpon Agus di nomor biasa. “Pak Sekda kebingungan, jadi menelpon saya, karena saya pinjam uang 2 kali. Ya, saya bilang, saya tidak pernah pinjam uang. Nah dari sana terbongkarnya,” tambahnya.

Selanjutnya, Agus menghimbau agar tidak percaya kalau ada WA dari dirinya dengan dalih meminjam uang. “Saya mau WA teman-teman OPD, tetapi tidak bisa, karena nomor WA saya dipakai pelaku. Makanya, jangan percaya kalau ada orang meminta PIN, walaupun yang meminta teman atau saudar. Khawatir kena hack (bajak) seperti saya,” himbaunya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan