Hukum & Kriminal

Dituding Selingkuh, Ditangkap, Dikirim ke Polsek


PROBOLINGGO – Muhammad Khotib (24) akhirnya diamankan di markas Polsek Mayangan Kota Probolinggo, Minggu (26/5) dini hari. Pasalnya, pria asal Blok Sepeni RT 2 – RW 5 Kelurahan/Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo itu dituding berselingkuh dengan istri Guruh Rakasiwi (32), yaitu Cici Nur Cahya (24) pada Minggu sekitar pukul 00.30, hingga diamankan warga.

Dini hari itu Khotib dipergoki warga sedang berada di rumah Cici Nur Cahya di Jalan dr Soetomo Gang IV RT 4 RW 5 Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, tepatnya utara Toko Elektronik Juni. Saat dipergoki warga, Khotib berusaha kabur, hingga diteriaki maling oleh warga. Karena itu, Khotib sempat dihajar massa saat berhasil ditangkap di depan Apotek Kimia Farma di Jalan Ikan Kerapu, Mayangan.

Namun, sepertinya kasus dugaan perselingkuan tersebut tidak bisa diproses hukum. Sebab, Cici Nur Cahya telah bercerai dengan Guruh Rakasiwi 6 bulan lalu. Hal itu dibuktikan dengan surat cerai yang ditetapkan Pengadilan Agama (PA) Probolinggo, awal Desember 2018. Surat cerai tersebut sempat ditunjukkan Nur Cahya kepada petugas. Setelah cerai dengan Guruh, kabarnya Nur Cahya telah kawin sirri dengan Khotib.

Sementara, Guruh Rakasiwi masih mengakui Cici Nur Cahya sebagai istri sahnya. Karena itu, saat memergoki Khotib di rumah istrinya, Guruh marah dan meneriaki maling. Namun, Khotib lolos dan kabur dengan sepeda motornya. Saya kejar sampai rumahnya, di Kademangan. Lalu saya bawa ke sini, ujar Guruh saat berada di rumah istrinya.
Tetapi begitu hendak sampai di rumah Cici, Khotib kabur lagi dan langsung diteriaki maling lagi oleh Guruh.

Warga sekitar kemudian ramai mengejar Khotib hingga berhasil diamankan di utara perempatan Flora. Khotib lalu dibawa ke markas Polsek Mayangan, diikuti ketua RT setempat Bambang, Guruh Rakasiwi, Cici Nur Cahya beserta kedua orang tuanya, dan beberapa warga.

Di depan polisi, Guruh menyebut Cici masih istri sahnya. Soal adanya surat cerai, Guruh yang bekerja di Café Kopi Cak Mo, mengaku heran. Sebab, dirinya tidak merasa bercerai dengan Cici. “Pernah dulu kami mengajukan cerai. Tapi ditarik lagi. Kok bisa keluar surat cerai seperti ini. Padahal, saya tidak pernah dipanggil ke PA dan tidak pernah ada sidang perceraian. Saya juga tidak pernah tanda tangan,” jelasnya.

Lantaran tidak merasa bercerai, Guruh tetap menganggap dan memperlakukan Cici seperti istrinya. Bahkan, jika istrinya berada di rumah orang tuanya di selatan Flora, dijemput oleh Guruh dan dibawa pulang ke rumah tinggalnya di barat bundaran Gladak Serang. Rumah itu tak jauh dari tempat kerja Guruh di Café Cak Mo.

“Tadi saya jemput ke sini. Saya ajak ke rumah saya, dia mau. Pas saya mau jemput, ngelihat ada pria di rumah istri. Saya teriaki maling,” tandas Guruh.

Menurut Guruh, sudah 2 minggu istrinya dititipkan ke rumah orang tuanya di sore hari hingga tengah malam. Saban pulang kerja, Guruh menjemput istrinya. “Tadi itu saya pulang lebih awal, sekitar pukul 00.00. Saya memang curiga dari awal. Ternyata benar. Saat saya tiba di rumah mertua, ada lelaki itu. Saya teriaki maling dan dia kabur,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel