Hukum & Kriminal

Akhirnya, Ruman Ditangguhkan, Kapolresta Hadiahkan HP


PROBOLINGGO – Ruman (40), warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kota Probolinggo, kemarin (21/5) akhirnya bisa menghirup udara bebas. Kuli bangunan yang sebelumnya ditahan gara-gara handphone (HP) yang dia temukan di jalanan itu ditangguhkan penahanannya atas permintaan Ruhaima, si pemilik HP.

Sore kemarin, Ruman dikunjungi Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal di kediamannya di Jalan Sunan Bonang, Kelurahan Jrebeng Lor. Dalam kesempatan itu, Kapolresta menyerahkan sebuah HP sebagai hadiah untuk Nadira (4), putri bungsu Ruman. Penyerahan hadiah itu disaksikan istri Ruman, istrinya, dan sanak saudaranya.

Menurut AKBP Alfian, hadiah yang diberikan itu merupakan bentuk kepedulian. Mengingat, mereka tak memiliki HP lagi setelah HP yang ditemukan Ruman dikembalikan ke pemiliknya. “Bentuk kepedulian saja. Barangkali bermanfaat buat keluarga Pak Ruman,” tandas AKBP Alfian.

Kapolresta menyatakan, Ruman tidak dibebaskan, tetapi penahanannya ditangguhkan. Proses hukumnya tetap berjalan, karena kasus tersebut pidana murni, bukan delik aduan.

Namun, pemilik HP memang tidak mempermasalahkan dan menerima permintaan Ruman. “Tujuan pemilik melapor ialah agar HP-nya kembali. Bukan agar yang menemukan HP-nya ditahan,” tambah Kapolresta.

Sementara itu, Ruman menceritakan bahwa 6 bulan lalu ia menemukan HP dalam perjalanan membeli jangkrik ke Pasar Babian atau Pasar Mangunharjo. Saat lewat jalan Tjut Nya’ Dien di Pasar Baru, ia melihat HP jatuh dari pengendara motor di depannya.

Ruman yang berada di belakangnya, seketika itu juga berhenti. Sebelum turun dari kendaraannya, tukang becak mengambil HP itu dan menyerahkan ke dirinya. “Diserahkan ke saya. Mungkin dikira milik saya,” kata Ruman.

Setelah menerima HP itu, Ruman meneruskan ke Pasar Babian untuk membeli jangkrik. Sesampainya di rumah, HP temuan Ruman berdering. Tetapi Ruman tidak menerima panggilan itu. “Empat kali bordering. Enggak tahu dari siapa. Enggak saya terima atau angkat. Enggak tahu kenapa tidak saya angkat,” ujar Ruman.

Dua bulan kemudian, HP temuan itu direset atau diinstal ulang. Tujuannya, agar bisa dipakai main game oleh anaknya. Selain itu, sim card di dalam HP dibuang dan diganti dengan nomor baru.

Setelah itu, tiba-tiba saat bekerja bangunan di utara PT Eratex Djaja, Ruman dijemput oleh seseorang dan dibawa ke polresta. “Enggak tahu, mereka tahu dari mana kalau HP yang hilang itu saya temukan. Padahal, nomeornya sudah saya buang,” tambahnya.

Atas kejadian tersbut, Ruman mengaku kapok dan akan memberitahukan ke polisi jika dikemudian hari menemukan sesuatu. Ia tidak ingin, kejadian serupa dialami lagi.

Ruman juga menghimbau warga, agar mengembalikan kepada pemiliknya kalau menemukan sesuatu. “Kembalikan saja kalau nemu sesuatu. Jangan seperti saya. Kalau tidak tahu pemiliknya, serahkan ke kantor polisi,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel