Hukum & Kriminal

Temukan HP, Masuk Tahanan Sebut Penyidik Minta Rp 15 Juta

PROBOLINGGO – Jika anda menemukan barang berharga, segera kembalikan ke pemiliknya. Jika tidak, anda bisa senasib dengan Khoirun Rusman (40). Warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo itu ditahan lantaran menemukan sebuah handphone (HP).

Khoirun Rusman dijemput anggota Polres Probolinggo Kota di tempat kerjanya di depan pabrik garmen PT Eratex Djaja di Jl Soekarno-Hatta, Rabu (15/5) siang. Selanjutnya, bapak tiga anak itu ditahan di sel Polres Probolinggo Kota.

Supiyati (38), istri Rusman, menyayangkan penahanan suaminya. Sebab menurutnya, suaminya tidak bersalah. HP android yang dijadikan barang bukti itu sebenarnya hasil nemu, bukan mencuri, seperti yang dituduhkan. Suaminya menemukan  HP merk Oppo tersebut di Jalan Niaga (sekarang Jalan Tjut Nya’ dhien).

Menurut Supiyati, suaminya dijemput lelaki bernama Anwar, saat bekerja bangunan di utara pabrik Eratex, Rabu kemarin. Tetapi ia tidak pulang hingga kemarin. Supiyati berterus terang sudah 6 bulan HP ada di rumahnya, tetapi tidak pernah dipakai. “Suami saya enggak bisa menggunakan HP kayak itu. Menghidupkan dan mematikan saja tidak bisa,” kata Supiyati kepada sejumlah wartawan,  Kamis (16/5) sore.

HP yang belum diketahui pemiliknya tersebut setiap harinya dipakai main game oleh salah satu anaknya. Kamis pagi, Supiyati mendatangi mapolresta dan meminta suaminya  dibebaskan, karena tidak mencuri. Sayang permintaannya ditolak, kecuali ada uang Rp 15 juta. “Saya dapat uang segitu dari mana? Akhirnya, saya jual sepeda motor laku Rp 4 juta,” tandasnya.

Uang tersebut diserahkan ke Agus, salah seorang anggota polisi untuk diserahkan ke salah seorang penyidik atau petugas yang menangani kasus Rusman. Disebutkan, uang tersebut berstatus titipan, karena Supiyati tidak memiliki uang senilai yang diminta. “Ya, minta Rp 15 juta. Yang minta penyidiknya. Saya enggak tahu namanya,” ujar Supria.

Hanya, beberapa saat kemudian, uang Rp 4 juta itu diserahkan ke rekan suaminya oleh Agus di tempat parkir polresta. Uang itu kini diamankan atau dipegang rekan suaminya yang berprofesi sebagai kontraktor bangunan. “Rusman itu pekerja bangunan saya. Kasihan, soalnya dia miskin. Kerja bangunan ke saya,” tandas lelaki tersebut.

Terpisah, Kasat Reskrim AKP Nanang membantah kalau anggota yang menangani kasus Rusman meminta sejumlah uang. Jika memang ada salah satu anggota polisi menerima, Kasat menyarankan untuk menanyakan langsung kepada yang bersangkutan. “Tanyakan saja langsung ke orang yang menerima. Kalau anggota kami, tidak ada yang meminta, apalagi menerima,” tegasnya.

Pihaknya menahan penemu HP karena saat dihubungi, HP yang hilang itu direject oleh si penemu. Selain itu, HP direfresh dan penemu tidak melaporkan barang  temuannya.

Akibat perbuatannya, Rusman dijertat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. “Ada yang melapor HP-nya hilang. Benar, laporannya hilang. Tetapi Rusman kan ingin memiliki barang itu dengan melawan hak,” kata Kasat Reskrim. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan