Hukum & Kriminal

Satpol Berjaga, Bersih Pedagang Buah

PROBOLINGGO – Dinas Satpol PP Kota Probolinggo bergerak cepat menindaklanjuti keluhan pedagang buah di Pasar Gotong Royong soal pedagang buah berkendara motor di Jl Prajurit Siaman. Kemarin (14/5) siang Jalan Prajurit Siaman tampak sudah bersih. Lokasi dekat pertigaan itu tampak hanya ditempati kendaraan bongkar-muat barang.

Kasi Operasi Dinas Satpol PP Hendra Kusuma mengatakan, hengkangnya penjual buah berkendaraan roda tiga dan empat itu karena lokasi tersebut dijaga petugas. Pagi kemarin Satpol PP menerjunkan beberapa personel untuk mengantisipasi pedagang buah jalanan menggelar dagangannya.

Ternyata, cara tersebut efektif. Menurut Hendra, tidak ada satupun pedagang buah yang berjualan di lokasi yang dikeluhkan pedagang buah Pasar Gotong Royong. Untuk itu, pihaknya akan menempatkan beberapa petugas setiap hari di tempat tersebut. “Kami pasang petugas setiap hari di sana. Agar mereka tak berjualan lagi di pertigaan jalan Siaman,” tandasnya.

Hendra membenarkan bahwa langkah ini dilakukan dalam rangka penertiban, sekaligus menggairahkan kembali pasar buah di Pasar Gotong Royong yang dikabarkan sepi pembeli.

Hendra tak menampik kalau Senin lalu ada tiga pedagang buah Pasar Gotong Royong yang datang mengadu ke kantornya.  “Hanya, mereka tidak bertemu dengan kami. Mereka lalu ke kantor DPRD,” jelasnya.

Walau tidak bisa bertemu mereka, tetapi Satpol PP langsung merespon keresahan para pedagang buah di Pasar Gotong Royong itu. Satpol PP melakukan operasi di pertigaan jalan Prajurit Siaman.

Hendra menyatakan telah meminta anggotanya untuk stand by bergantian di lokasi yang dimaksud. Jika ada pedagang yang datang, maka akan diminta untuk tidak berjualan di sana. “Petugas kami setiap hari berjaga di sana. Selain itu, kami juga menertibkan penjual buah yang ada di lokasi lain,” tandasnya. 

Menurut Hendra, dua minggu sebelum pedagang buah Pasar Gotong Royong datang ke kantornya, Satpol PP telah lebih dulu memasang spandung bertuliskan himbauan untuk tidak berjualan di pertigaan Jl Siaman. Namun, peringatan itu tidak diindahkan oleh pedagang. “Spanduk himbauan itu sudah lama kami pasang.  Pedagangnya saja yang tidak memperhatikan himbauan kami,” ujar Hendra. 

Sementara, Faisol Abdul Ghofur (54), salah seorang pedagang buah Pasar Gotong Royong kemarin mengatakan, pembeli masih sepi. Pedagang buah asal Kelurahan Kebonsari Kulon ini mengaku belum tahu kalau pedagang buah di selatan Pasar Gotong Royong sudah tidak ada, lantaran lokasi jualannya dijaga petugas Satpol PP.

Kendati kemarin belum ada dampak, tetapi Faisol menyatakan terima kasih pada pemkot. Sebab, permintaannya sudah diperhatikan oleh pemkot. “Syukurlah kalau sudah diusir oleh pemkot. Tetapi pembeli masih sepi. Mungkin ke depannya ramai,” ujar  Faisol saat ditemui di bedaknya, kemarin. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan