Hukum & Kriminal

Keadaan Bugil, Sejoli Tua Kena Razia Hotel

KRAKSAAN – Memasuki hari keempat Ramadan kemarin (9/5), Satpol PP Kabupaten Probolinggo melakukan razia hotel. Nah, dari sebuah hotel di Desa Sukodadi, Paiton, Satpol PP mengamankan satu pasangan tanpa busana di dalam kamar.

Pasangan itu mengaku sudah menikah sirri. Saat dirazia di hotel tersebut, pasangan itu ditemukan sama-sama tidak mengenakan busana. Padahal, saat itu masih terhitung pagi hari.

Pasangan itu ialah SM (40), warga Desa Langkap, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Sedangkan si perempuan pasangannnya ialah HF (38) warga Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan. Keduanya kepergok di dalam kamar hotel sekitar pukul 09.00.

Personel Satpol PP yang memergoki dua insan itu sempat terlibat cekcok. Sebab, pasangan itu mengaku memiliki hubungan resmi dengan status menikah siri. Namun, Satpol PP tidak menemukan bukti valid akan status menikah pasangan itu. Karenanya, pasangan tersebut akhirnya dibawa ke markas Satpol PP.

Sementara, SM mengaku kepada wartawan, bahwa dirinya memiliki istri dan anak di tempat tinggalnya. Perjumpaan dirinya dengan HF karena telah memiliki hubungan resmi sesuai agama. Sehingga dirinya berani menyewa kamar hotel untuk berhubungan layaknya suami istri. “Saya sudah nikah siri. Ada yang menikahkan. Jadi sah,” kata SM

Sementara HF masih berstatus keluarga. Ia punya seorang anak dan suami yang bekerja di luar negeri. Ia ditinggal suaminya kerja sekitar 9 bulan yang lalu. “Sekitar 9 bulan saya ditinggal kerja suami,” ungkapnya HF.

Koordinator TIM TRC Satpol PP Kabupaten Probolinggo Nurul Arifin mengatakan, dua orang itu diketahui sudah saling kenal sejak masih sama-sama pelajar. Keduanya sempat menjalin hubungan pacaran di masa mudanya. Sayangnya, mereka menikah dengan calon yang berbeda.

Kemudian, lanjutnya, beberapa bulan terakhir keduanya kembali bertemu. Perasaan itu lahir kembali dam hubungan itu pun terjadi. “Intinya CLBK (cinta lama bersemi kembali). Mereka mengaku sudah nikah sirri. Tapi istrinya masih milik suami orang,” katanya.

Sedangkan menurut Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo Yasin, nikah sirri tidak bisa seenaknya dilaksanakan. Bagi seorang wanita yang hanya ditinggal bekerja suaminya, itu belum bisa dikatakan bercerai sebelum ada kata talak dari suaminya.

Bagitu pula, jika si wanita itu sudah cerai dengan suaminya. Tidak bisa langsung dinikahkan dengan orang lain. Itu harus menunggu hingga iddah untuknya selesai. “Jadi Nikah siri itu nggak seenaknya. Apalagi bersenggama di siang hari saat bulan puasa. Harus bayar dam itu,” ujarnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan