Hukum & Kriminal

Remaja Perkosa Siswi SMA

PAJARAKAN – Kehidupan AZ (16), warga Desa Randumerak, Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, mendadak pilu. Ia menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan dua remaja, yaitu MH (18) dan WS (13), warga setempat. Perbuatan itu membuat AZ hamil, dan telah melahirkan seorang anak. Sedangkan kedua tersangka pelaku sudah berhasil diamankan Polres Probolinggo.

Kasus tersebut dirilis Polres Probolinggo di hadapan awak media, kemarin (14/4). Kedua pelaku yang masih memiliki hubungan darah dengan korban, ditunjukkan kepada awak media.


Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto menunjukkan barang bukti yang diamankan dari kedua tersangka. (Abdul Jalil/Koran Pantura)

Lalu dijelaskan bahwa peristiwa asusila itu terjadi pada 2 April 2018, sektiar pukul 15.00 WIB. Saat itu, pelaku MH datang ke rumah AZ ketika rumah dalam kondisi sepi. MH yang masih memiliki hubungan darah dengan AZ, sudah biasa datang berkunjung. Hanya, saat dalam kondisi rumah sepi,  MH mulai memiliki niat burut pada AZ. Pelaku mengajak AZ melakukan hubungan seks.

AZ menolak ajakan pelaku. Tetapi, pelaku melontarkan kalimat-kalimat ancaman. Hingga akhirnya, AZ tak kuasa melawan perbuatan pelaku. 

Kemudian, di waktu yang berbeda, kejadian itu pun terulang kembali. Hanya, pada momen kedua ini, MH tidak melakukannya seorang diri. Ia mengajak WS untuk menyetubuhi korban. “Tidak, pertama saya, baru yang kedua ini (WS). Bergiliran,” kata MH pada Koran Pantura.

MH mengaku khilaf. Perbuatan bejat itu ia lakukan karena kadung diselimuti hawa nafsu. Sebab, dirinya sering melihat video porno. Lalu tiba-tiba terbersit niat memeragakan video yang ditontonnya itu pada korban. “Saya menyesal, tidak akan mengulanginya lagi,” kata MH yang masih tercatat sebagai pelajar kelas 3 SMA.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto menyampaikan, korban disetubuhi olah dua pelaku itu kurang-lebih sekitar 5 kali. Hingga akhirnya korban yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA itu harus mengandung.  Pihak keluarga baru tahu setelah korban melahirkan seorang anak.

Menurut Kapolres, pemerkosaan itu dilakukan oleh dua pelaku secara bergantian. Yang pertama MH, kemudian digantikan oleh pelaku kedua yang merupakan seorang pelajar kelas 6 SD itu. “Jadi kedua pelaku itu, melakukannya secara bergantian, kurang lebih 5 kali. Pelaku juga melakukan ancaman pada korban,” tutur polisi asal Pandaan, Kabupaten Pasuruan itu.

Kapolres menjelaskan, aksi bejat kedua pelaku itu dilakukan karena terpengaruh kebiasaan nonton video porno. Sehingga, saat melihat korban seorang diri di rumahnya, pelaku langsung memiliki pikiran buruk untuk menyetubuhinya.

Menurut Kapolres, korban merupakan keponakan ibu MH. Sejak korban masih berusia 5 tahun, sudah tinggal serumah dengan pelaku. Dalam perkosaan ini, pelaku mengancam korban dikeluarkan dari rumah apabila tidak mau melayani nafsu birahinya. “Pertama MH dulu, baru WS itu. Tapi pelaku WS ini yang sampai berkali-kali menyetubuhi korban,” jelas Kapolres. (yek/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan