Hukum & Kriminal

Masih Hidup, Suami yang Didor karena Merampok


KRUCIL – Pada Kamis (28/3) sore pekan lalu, Sholehah (26), warga Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo mencari keberadaan suaminya yang bernama Saman (39). Menurutnya, suaminya ditembak polisi, namun keberadaan suaminya tak diketahui setelah peristiwa tersebut. Polisi juga tak terbuka soal tersebut.

Namun Senin (4/3) kemarin, Polsek Krucil sebagai pihak yang menangkap Saman, merilis kasus tersebut. Pihak Polsek menyatakan bahwa Saman dalam keadaan hidup. Namun ia harus mendekam di sel tahanan dan menjalani pemeriksaan.

Kapolsek Krucil AKP Dwi Sucahyo mengatakan, penangkapan terhadap Saman dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Krucil dan Opsnal Timur Res Probolinggo. Ada sebanyak 3 pelaku berhasil diringkus. Bahkan salah satu pelakunya, yakni Saman (39), dihadiahi timah panas pada kakinya lantaran berusaha kabur saat ditangkap petugas pada Kamis (28/3) pekan lalu.

Menurutnya, para pelaku beraksi di salah satu rumah milik rumah pasangan Kusnadi dan Sifa di Desa Tambelang, Kecamatan Krucil, 4 Maret lalu. AKP Dwi Sucahyo mengungkapkan, penangkapan terhadap komplotan perampok ini bermula dari tertangkapnya 2 anggota komplotan yakni Nitro dan Edi beberapa waktu lalu.

“Saat itu aksi mereka terpergok oleh pasangan itu. Bahkan salah satu pelakunya coba melukai pemilik rumah yakni saudari Shifa dengan menyabetkan clurit, tapi luput karena korban berhasil menghindar,” ungkap Kapolsek Dwi Sucahyo, Senin (1/4) kemarin

Para pelaku ini berhasil membawa kabur 1 unit sepeda motor Honda Verza nopol L-6821-TO, 1 unit HP Nokia putih, 1 buah songkok hitam yang terselip uang Rp 129 ribu, 1 bilah celurit dan 1 bilah kapak sukses dibawa kabur. “Total kerugiannya Rp 12,5 juta,” sebutnya.

Setelah komplotan itu berhasil melakukan aksinya, anggotanya langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, 2 pelaku yang bertugas membobol rumah dan membawa kabur barang-barang curian berhasil ditangkap di 2 tempat berbeda. “Jadi tugasnya berbeda-beda. Berdasarkan pengakuan keduanya masih ada rekannya lagi yakni Saman yang bertugas mengawasi di luar,” jelasnya.

Setelah mengantongi nama dan identitas tersangka Saman, unit Reskrim Polsek Krucil dan Opsnal Timur Res Probolinggo langsung bergerak cepat dengan melakukan penelusuran. Hasilnya pelaku ditangkap pada saat menyaksikan acara lomba tarik tambang di Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Rabu (27/3) sekitar pukul 01.00 dini hari lalu.

“Saat hendak kami tangkap, pelaku coba melarikan diri. Setelah kami berikan 3 kali tembakan peringatan, tersangka tetap berusaha kabur, sehingga kami berikan tembakan terukur pada bagian kaki sebanyak 2 kali,” sebutnya.

Saat diperiksa, tersangka Saman mengakui bersama dengan 2 rekan komplotannya itu terlibat dalam sejumlah aksi pencuriam di sejumlah lokasi. Diantaranya, kasus pencurian 1 unit Honda Revo dan 1 unit Honda Supra Fit di Desa Tambelang.

“Dengan tertangkapnya komplotan perampok ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga sekitar kecamatan Krucil,” kata Kapolsek AKP Dwi Sucahyo. (tm/awi)


Bagikan Artikel