Hukum & Kriminal

Komplotan 5 Perempuan Mencuri Emas

PROBOLINGGO – Polres Probolinggo Kota membekuk komplotan pelaku pencurian emas, Senin (11/3) sekitar pukul 15.00.  Pelaku yang terdiri 1 pria dan 5 perempuan tersebut diduga mencuri emas di toko emas Walet. Dua orang ditangkap di toko emas. Sedangkan 4 rekannya yang sempat kabur ditangkap di Jalan Pahlawan. 

Saat ini komplotan tersebut masih diperiksa intensif di markas Polres Probolinggo Kota. Salah satu dari mereka mengaku berasal dari Magetan, Jawa Tengah. Tetapi sampai kemarin polresta belum mengetahui jumlah emas yang berhasil dicuri dan kerugian yang dialami toko emas Walet.

Polisi juga belum menemukan emas yang dibawa kabur pelaku. Polisi hanya mengamankan barang bukti berupa 1 unit minibus (MPV) bernopol AA 9026 PA, yang di dalamnya berisi barang milik pelaku. Di antaranya, 6 tas berukuran besar yang di dalamnya berisi baju dan perlengkapan lain, serta 2 tas berukuran kecil. Barang bukti tersebut masih diperiksa polisi.

Kasat Reskrim AKP Nanang Fendy Dwi Susanto kemarin menyatakan belum mengetahui nama-nama dan asal pelaku. Namun, salah satu dari mereka ada yang mengaku berasal dari Kalimantan. Barang bukti kejahatan mereka juga belum didapatkan. “Barang buktinya belum ditemukan. Masih kami cari. Informasinya kalung seberat 50 gram yang hilang,” tandas AKP Nanang.

Menurutnya, peristiwa pencurian terjadi siang hari. Mulanya, lima perempuan masuk ke toko emas Walet yang berlokasi di Jl Panglima Sudirman Kota Probolinggo. Lima perempuan itu masuk satu persatu. “Lima perempuan usia lanjut itu meminta mengambilkan emas di dalam etalase bergantian. Petugas toko dibikin bingung. Saat petugas lengah, mereka menyimpan emas yang sudah dipegang,” ujar AKP Nanang. 

Karena merasa ada kalung yang hilang, mereka kemudian digeledah oleh pegawai   toko. Saat 2 perempuan digeledah, tiba-tiba 3 rekannya kabur dan masuk ke mobil yang siap tancap gas.

Melihat perangai mencurigakan itu, sejumlah pria pegawai toko kemudian langsung bergerak mengejar kendaraan yang kabur dengan sepeda motor. Mobil pelaku kabur ke arah timur, kemudian belok kanan, ke selatan lewat Ruko Panglima Sudirman tembus Jalan Pahlawan.

Kendaraan pelaku baru berhenti setelah si pengejar memotong jalurnya. Tak lama kemudian petugas polresta tiba di lokasi, dan membawa pelaku ke mapolresta. “Enggak. Tidak dimassa, karena petugas kami langsung membawa pelaku ke mapolresta. Pelaku saat ini sedang diperiksa. Semuanya perempuan lansia dan satu pria yang mengemudikan kendaraan,” jelas AKP Nanang.

Seorang lelaki yang ikut mengejar pelaku mengaku tidak tahu awal kejadiannya. Sebab, dia hanya bergerak setelah ada yang memerintahnya mengejar mobil pelaku. “Saya tidak tahu wajah pelaku. Yang tahu mbak Maya. Saya hanya disuruh ngejar mobil,” katanya.

Sedangkan Maya, pegawai di toko emas Wallet yang kemarin juga berada di mapolresta mengatakan, para perempuan tersebut berlagak hendak membeli perhiasan emas. Lima perempuan tersebut saling meminta emas yang hendak dibeli ke pelayan toko. Alhasil, petugas toko kebingungan.

“Sini belum selesai, yang lain minta dilayani. Kan kalau begitu, teman kami bingung. Saat kebingungan itulah ada salah satu dari mereka beraksi. Kalau aturan di toko kami, satu pembeli dilayani sampai selesai. Pembeli ini enggak, semuanya minta dilayani,” kat Maya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan