Hukum & Kriminal

Bapak 10 Kali Cabuli Anak Tiri sampai Hamil

SUMBER –Seorang bapak tiri bernama Asim (45), asal Dusun Krajan, Desa Gemito Kecamatan Sumber Kabupaten Probolinggo tega mencabuli anak tirinya hingga 10 kali. Peristiwa yang terjadi sejak pertengahan tahun 2018 lalu itu mengakibatkan sang anak tiri berinisial RA (18), hamil dan melahirkan seorang perempuan pada Minggu (3/3) lalu.

Perbuatan Asim kemudian dilaporkan istrinya sendiri, Tumi (30), ke Polsek Sumber. Pelaporan dilakukan sesaat setelah RA melahirkan. Atas laporan itu, polisi memburu Asim yang lebih dulu kabur dari rumah.

Unit PPA, buser barat, dan anggota Polsek Sumber mencari keberadaan Asim. Hingga akhirnya Asim berhasil ditangkap di rumah orang tuanya di Dusun Ampel Gading, Desa Tukul, Kecamatan Sumber pada Sabtu (9/3) sekitar pukul 23.00.

“Pelaku kami tangkap tanpa adanya perlawanan, dan selanjutnya kami serahkan pelaku ke Polres Probolinggo untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kapolsek Sumber Iptu Sudarsono, Minggu (10/3).

Menurut Kapolsek,  pada Juni 2018 lalu Asim mulai menyetubuhi RA yang merupakan anak tirinya. Perbuatan bejat itu dilakukan di dalam kamar korban. Perbuatan itu dilakukan dengan ancaman oleh tersangka pelaku. “Karena korban takut dengan ancaman pelaku, sehingga korban menuruti perkataan tersangka.  Setelah itu terjadilah tindakan pencabulan itu,” paparnya.

Iptu Sudarsono menyebutkan, dua minggu selanjutnya, pelaku kembali melakukan pencabulan serupa. Terhitung 10 kali pelaku mencabuli anak tirinya hingga korban hamil  dan melahirkan anak.

“Pada tanggal 3 Maret 2019 korban melahirkan seorang bayi perempuan hasil dari perbuatan tersangka. Saat ditangkap pun tersangka tidak mengelak dan mengakui perbuatannya serta mengaku menyesal atas perbuatannya itu,” sebutnya.

Iptu Sudarsono menambahkan adapun barang bukti berupa fotokopi ijazah SD dan 1 buah baju bewarna merah muda milik korban turut disita sebagai barang bukti. “Untuk korban saat ini tengah mendapat pendampingan oleh unit PPA untuk memulihkan kondisi psikis dan fisiknya. Sedangkan untuk pelaku terancam hukuman minimal 15 tahun penjara,” tegasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan