Hukum & Kriminal

Soal Tol, Camat Sumberasih juga Bakal Lapor Balik

PROBOLINGGO – Yang berang terhadap laporan Sutiha, warga Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo yang disampaikan ke Polda Jatim, bukan hanya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro). Tapi juga Forkopimka Sumberasih.

Camat Sumberasih Ugas Irwanto menyatakan akan melaporkan balik Sutiha ke Kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Menurutnya, laporan pengrusakan patok dan pagar lahan yang dipasang oleh Sutiha, tidak sepantasnya tidak dilakukan oleh Sutiha. Pasalnya Ugas hanya mengupayakan terjadinya penyelesaian sengketan lahan antara Sutiha dengan PPK dengan cara mediasi.

“Tapi kenapa kami juga turut dilaporkan ke Mapolda? Padahal niat kami hanya membantu memfasilitasi Sutiha sebagai salah satu warga kami dengan pihak PPK Tol Paspro sebagai salah satu lembaga negara. Tujuan kami agar permasalahan sengketa itu terselesaikan dengan adanya solusi terbaik,” ungkapnya, Selasa (5/3).

Karena sudah dilaporkan ke Polda, Ugas menyatakan siap menghadapi. Pasalnya kata Ugas, laporan Sutiha sama sekali tidak berdasar karena yang melakukan pencabutan patok dan pagar adalah pihak PPK. Dalam hal ini, Ugas menyebut PPK sebagai pihak yang secara sah di mata hukum merupakan pemilik lahan yang yang sudah diganti rugi pada 2017 lalu.

“Sutiha itu sepengetahuan kami bukan merupakan salah satu ahli waris, karena ibunya yakni Marni’a saat ini masih hidup. Yang berhak mendapatkan uang ganti rugi itu, tentunya adalah ibunya dan saudara-saudara dari ibunya, sebagai ahli waris dari almarhum Bapak Minaroen Noerdin,” terang Ugas.

Soal kapan Ugas akan melapor, Ugas tidak secara spesifik mengungkapkan. Namun Ugas masih menunggu iktikad baik dari Sutiha untuk mencabut laporannya ke Polda Jawa Timur itu. Ugas juga menunggu Sutiha meminta maaf kepada Forkopimka sumberasih.

“Kalau masih ngeyel, ya terpaksa saya laporkan dia secepatnya, Mas,” tegasnya. (tm/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan