Hukum & Kriminal

Sidang kedua kasus pembunuhan Samhadi berlangsung singkat. Tampak 8 terdakwa menyalami majelis hakim PN Kraksaan begitu sidang ditutup, kemarin (26/2). (Abdul Jalil/Koran Pantura)

Sidang Kasus Maling Dibakar, Terdakwa Ajukan Eksepsi


KRAKSAAN – Perkara pembunuhan Samhadi, maling yang dibakar di Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo memasuki sidang kedua, kemarin (26/2). Pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan kemarin, Prayuda Rudi Nurcahya, Penasehat Hukum (PH) dari 8 terdakwa perkara tersebut melakukan eksepsi.

Eksepsi disampaikan sebagai respons terhadap dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang pertama. Eksepsi tersebut diajukan karena kasus dan pasal yang dikenakan kepada setiap terdakwa berbeda-beda.

Dari pantauan Koran Pantura, sidang berlangsung cukup singkat. Sidang dimulai pada pukul 10.30. Sidang dibuka oleh Ketua Majelis Hakim Gatot Ardian yang juga merupakan Ketua PN Kraksaan. Begitu dibuka, PH Prayuda Yudi menyampaikan bahwa kliennya mengajukan eksepsi.

Eksepsi tersebut diajukan oleh seluruh terdakwa. Yakni terdakwa Saton selaku Kepala Desa Tlogosari, Amin, Edi Efendi, Sugi, Samin, Suparman, Rofi’i, dan Mistar. Setiap terdakwa disebut namanya satu per satu oleh Prayuda Rudi. Selanjutnya, berkas eksepsi tersebut diserahkan kepada hakim.

Setelah menerima berkas eksepsi tersebut, hakim langsung memutuskan sidang akan digelar kembali pada Selasa (5/3) mendatang. “Sidang akan digelar kembali pada Selasa tanggal 5 Maret mendatang,” kata Gatot Ardian, tanda sidang kedua ditutup.

Usai sidang, Prayuda Rudi mengatakan, dakwaan dari JPU sebelumnya dinilai kurang jelas. “Menurut hemat saya, dakwaan itu tidak cermat dan tidak jelas,” tutur pria yang akrab disapa Yuda ini.

Seharusnya kata Yuda, dalam tuntutan harus dijabarkan dan dijelaskan secara rinci apa saja tuntutan setiap terdakwa. Sebab, dalam kasus tersebut 8 terdakwa itu memiliki kasus dan perkara yang berbeda.

“Jangan hanya di-copypaste saja, sedangkan perkara ini kan berbeda antara satu dengan yang lain. Apakah kami tidak mengajukan keberatan? Ya ndak wajar kalau kami tidak melakukan eksepsi. Kan gitu. Nah, karena itu, dalam eksepsi, kami hanya meminta dakwaan batal,” tegasnya.

Yuda mengatakan, pihaknya tidak menyoal apakah nantinya 8 terdakwa divonis bersalah atau tidak. Pihaknya menyerahkan semua pada keputusan hakim. “Namun, orang belum bisa dikatakan bersalah sebelum ada keputusan dari pengadilan,” sergahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo Ardian Junaedi mengatakan, pihaknya mengajukan 4 pasal sesuai berkas perkara pada kasus tersebut. Yakni Pasal 430 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, pasal 338 KUHP tentang PEMBUNUHAN, dan Pasal 170 ayat 3 KUHP tentang Pengeroyokan.

“Juga Pasal 351 ayat 3 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP tentang Penganiayaan,” terangnya.

Perlu diketahui, Samhadi adalah pelaku pencurian yang dibunuh dengan cara dibakar di Desa Tlogosari pada Senin, 9 Juli 2018 lalu. Aksi pembunuhan itu diduga dilakukan oleh 8 terdakwa. Saat itu, Samhadi melakukan pencurian di sebuah rumah. Namun ia kepergok salah satu dari terdakwa. Samhadi kemudian digerebek dan berhasil dibekuk. Tak lama kemudian, Samhadi dibakar hingga tewas. (yek/eem)


Bagikan Artikel