Hukum & Kriminal

Bongkar dan Bakar Tempat Judi

PROBOLINGGO – Polres Probolinggo Kota akhirnya membongkar bangunan yang digunakan  sabung (adu) ayam.  Bangunan semi permanen yang berlokasi di Jalan KH Hasan Genggong, Gg Bayusari 9, RT 5 – RW 4, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Mayangan itu dibongkar karena meresahkan warga.

Tempat itu berupa los dengan rangka bambu dan beratap hardplex gelombang. Tempat itu disebutkan biasanya ditempati judi sabung ayam, judi cap jiki dan dadu.  Pada Selasa (12/2) pagi, lokasi judi yang sempat menjadi sorotan dan perbincangan netizen di medsos tersebut disidak Wali Kota Hadi Zainal Abidin.

Dalam sidak tersebut, Walikota Hadi ditemui langsung pemilik gudang, Alimun. Beberapa saat kemudian, keduanya sepakat agar bangunan yang digunakan kegiatan haram itu dibongkar sendiri oleh pemiliknya, hari ini. 

Namun, setelah datang Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal, bangunan tanpa dinding tersebut langsung dibongkar. Alasannya, sebenarnya pemilik hanya janji-janji akan membongkar bangunan tersebut, tetapi tidak kunjung dilaksanakan.

Sempat terjadi perang mulut antara dua pejabat di Kota Probolinggo itu dengan pemilik bangunan. Jika pembongkaran dilaksanakan hari itu, Alimun mengancam melaporkan Kapolresta atas tindakan pengrusakan.

Ditantang seperti itu, AKBP Alfian tak gentar. Ia malah langsung mengambil gergaji mesin (chainsaw) dan memotong penyangga atap bangunan. Aksi tersebut diikuti oleh anggota polresta dan tukang gergaji yang didatangkan.

Karuan saja, dalam waktu kurang dari satu jam, tiga bangunan semi permanen tersebut rata dengan tanah. Saat pembongkaran, Alimun dengan nada keras meminta Walikota untuk membersihkan tempat-tempat judi yang betebaran di wilayahnya. “Pak Wali, jangan hanya di sini yang dibongkar. Tuh ditempat lain dibersihkan juga. Kalau tidak, akan saya laporkan,” gertak Alimun.

Digertak seperti itu, Walikota Hadi tidak keder. Dia langsung menjawab dengan kalimat, “Tak Eyotang (segera dilaksanakan, red).”

Dan hari itu juga, usai merobohkan bangunan milik Alimun, rombongan Walikota dan Kapolresta meluncur ke Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kanigaran. Di kelurahan tersebut, AKBP Alfian dan Habib Hadi tak hanya membongkar, tetapi membakar bangunan yang menjadi sarang judi.

Sebelum berangkat ke sarang judi yang kedua, Walikota Hadi berjanji akan memusnahkan dan menumpas perjudian yang meresahkan warga, seperti lokasi perjudian di belakang rumah Alimun. Tentunya, dalam memerangi aksi perjudian pihaknya akan menggandeng polresta. “Kalau ada laporan dari masyarakat, langsung kami tindaklanjuti. Tak eyotang,” tegasnya kepada para wartawan.

Menurutnya, selain dilarang agama, perjudian juga meresahkan warga. Jadi, wajib hukumnya untuk diperangi agar wilayahnya terbebas dari perbuatan yang melanggar agama dan norma, sehingga masyarakat bisa tenang dan tentram.  

Sebab, perjudian akan berdampak pada perbuatan lain, seperti mencuri. “Kalau perjudian dibiarkan, dampaknya masyarakat tidak tenang. Lingkungan tidak aman, karena banyak tindak kriminal seperti pencurian,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan AKBP Alfian Nurrizal. Pihaknya akan bekerjasama dengan pemkot untuk menumpas segala perbuatan yang melanggar aturan, seperti perjudian. “Ini tekad dan komitmen kami bersama Walikota. Menumpas segala bentuk perjudian,” tegasnya.

Lalu apakah pemilik tempat perjudian akan ditetapkan tersangka? Kapolresta mengatakan masih akan mendalami kasus tersebut. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

“Tersangka untuk sementara belum ada. Karena saat kami datang tadi, tidak ada kegiatan perjudian. Tapi, masih kami dalami,” kata AKBP Alfian sebelum berangkat ke sarang perjudian di Kelurahan Jrebang Kulon.

Sementara, Alimun mengatakan tidak ada masalah bangunan miliknya dibongkar petugas. Hanya, ia meminta Kapolresta dan Walikota untuk tidak tebang pilih dalam memberantas perjudian.

Alimun menyabut ada sekitar 4 tempat atau lokasi perjudian yang ia ketahui. “Kami minta judi di tempat lain juga diberantas. Ada sekitar 4 lokasi. Diantaranya di terminal Bayuangga,” ujar Alimun saat diminta menyebutkan lokasi perjudian yang dia ketahui. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan