Hukum & Kriminal

Cinta Ditolak, Bondet Bertindak


PROBOLINGGO – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo Kota berhasil menangkap pelaku teror pelemparan bondet atau bom ikan di Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo yang terjadi Jumat (10/3) lalu. Pelakunya berinisial AH (26), warga Desa Sepohgembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

AH nekat melakukan aksi tersebut gara-gara cintanya ditolak. AH ditangkap di rumahnya pada hari yang sama dengan kejadian. Saat ditangkap pelaku tak bisa mengelak lagi lantaran seluruh keterangan korban dan saksi mata serta barang bukti seluruhnya mengarah kepadanya. Alhasil pelaku dibawa ke Mapolres Probolinggo untuk diamankan dan menanti proses hukum selanjutnya.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani melalui Kasat Reskrim AKP Jamal mengungkapkan motif aksi pelemparan bondet terhadap rumah kost korban berinisial RH (37) di Jl. KH Abdul Hamid Gang V. Menurut AKP Jamal, AH menaruh hati pada LL yang notabene merupakan salah satu anak kost di tempat milik RH. AH yang sedang dimabuk cinta berusaha keras untuk mencari simpati dari LL pujaan hatinya itu. Salah satunya dengan memberikan uang sejumlah Rp 700 ribu kepada LL untuk dipakai membayar sewa kamar kost di tempat RH.

Namun, bukannya simpati atau ucapan rasa terima kasih yang didapat oleh AH. Melainkan penolakan secara halus yang dilakukan oleh LL. Hal itu tersirat dari cara LL yang menghindar dari AH yang bertandang ke kostnya pada Jumat (10/3) tengah malam.

“Saat kejadian pelaku AH datang bermaksud mencari saksi LL di kostnya. Namun oleh saksi LL tidak ditemui bahkan menyuruh atau minta tolong kepada RH selaku pemilik kost untuk menemui pelaku dan menyerahkan uang RP 700 ribu itu. Sementara saksi LL menghindar masuk ke dalam kamar,” beber AKP Jamal, Senin (13/3).

Merasa ditolak, AH lantas mengambil kembali uang pengembalian dari LL. Kemudian AH keluar dari rumah kost itu. Sebelum meninggalkan rumah kost itulah, AH yang diliputi rasa kesal dan jengkel karena ditolak oleh pujaan hatinya itu lantas melampiaskannya dengan cara melemparkan bondet ke bagian depan altar rumah kost itu.

“Akibat ledakan itu, RH yang merupakan si pemilik kost dan NM anak kost lainnya mengalami luka-luka akibat terkena serpihan kaca yang dihasilkan sebagai dampak ledakan bondet yang dilempar oleh pelaku,” kata AKP Jamal.

Terkait berat hukum yang dikenakan kepada pelaku, AH dijerat dengan pasal UU Darurat 12/1951 Pasal 1 ayat 1 atau KUHP pasal 187 ayat 1 dan ayat 2, dan atau  KUHP pasal 351 dan atau pasal 406 tentang tindak pidana perusakan.

“Akibat perbuatannya itu, pelaku terancam hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara,” tegasnya. (tm/eem)


Bagikan Artikel