Hukum & Kriminal

Razia Balap Liar, Polisi Sita 20 Motor


KRAKSAAN – Keluhan masyarakat atas sering terjadinya aksi balap liar di jalan umum disikapi serius oleh aparat kepolisian Polres Probolinggo. Sebagai tindak lanjut, Polres Probolinggo menggelar razia balap liar pada Minggu (12/3) dini hari. Hasilnya sebanyak 20 unit sepeda motor berhasil disita.

Dalam kegiatan razia balap liar yang digelar di jalan raya Panglima Sudirman, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo itu. Puluhan aparat kepolisian dari kesatuan Samapta Polres Probolinggo berhasil membubarkan kerumunan para pemuda yang berkumpul dan hendak menggelar balap liar.

“Kegiatan razia balap liar itu memang sengaja kami gelar untuk menindak lanjuti adanya keluhan masyarakat dan pengguna jalan yang terganggu atas adanya aktifitas balap liar tersebut,” ujar Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi melalui Kasat Samapta Iptu Siswandi, Minggu (13/3).

Dijelaskannya dalam membubarkan aktifitas balap liar tersebut, pihaknya sengaja membagi anggotanya menjadi beberapa tim. Tujuannya yakni untuk mencegah para pemuda yang disergap itu untuk melarikan diri.

Hasilnya pun sangat efektif yakni total sebanyak 20 unit sepeda motor beserta para pengendaranya berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres Probolinggo dalam rangka pendataan dan pembinaan.

“Total ada 20 unit sepeda motor yang kami amankan beserta dengan pengemudinya yang mayoritas merupakan para pemuda. Mereka kami giring dan amankan untuk kepentingan lebih lanjut di Mapolres Probolinggo,” jelasnya.

Disebutkan pula oleh Iptu Siswandi, jika dari 20 kendaraan yang diamankan itu. Terdapat 8 sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan Nopol (Nomor Polisi), sehingga sebagai antisipasi bahwasannya sepeda motor itu bukan merupakan hasil kejahatan. Maka kepada pemiliknya harus mampu menunjukkan surat-surat kelengkapannya untuk dapat mengambilnya kembali.

“Aksi tindak pidana curanmor identik dengan banyaknya sepeda motor bodong atau tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan yang dipakai untuk balapan. Sehingga razia balap liar ini juga merupakan bagian untuk menekan tingginya angka curanmor,” sebutnya.

Lebih lanjut, mantan Kapolsek Gending ini menegaskan jika giat razia balap liar ini. Akan terus digencarkan utamanya menjelang dan selama bulan Ramadhan mendatang, karena tren balap liar biasanya meningkat di waktu itu.

“Akan terus kami intensigkan kegiatan patroli untuk pencegahan adanya aksi balap liar serupa. Karena jelas hal itu membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” pungkasnya. (tm)


Bagikan Artikel