Hukum & Kriminal

Adu Pandang Berujung Pengeroyokan, TKP di Sekitaran Bundaran Glaser Kota Probolinggo 


PROBOLINGGO – Berawal dari saling adu pandangan mata di jalan, sebanyak 8 pemuda nekat mengeroyok 2 pemuda lainnya di sekitaran bundaran Glaser Kota Probolinggo pada Rabu (8/3) malam. 

Akibat pengeroyokan itu, dua pemuda berinisial IMS (22) dan MFS (18) warga Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo itu. Mengalami luka lebam disekujur tubuhnya akibat penganiayaan tersebut. Beruntung aksi pengeroyokan itu bisa diketahui dan dibubarkan oleh anggota patroli dari Polres Probolinggo Kota. 

Dari pembubaran itu, salah seorang pemuda pengeroyok yakni ES (20) warga desa Banjarsari, kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Berhasil diamankan oleh Polisi, sedangkan 7 pemuda lainnya berhasil melarikan diri.

Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah mengungkapkan, dari penangkapan terhadap ES itulah. Kemudian anggota Polres Probolinggo Kota berhasil mengamankan 4 pemuda lainnya yang turut mengeroyok IMS dan MFS di Desa Sumendi Kecamatan Tongas seorang sehari setelahnya. 

“Total ada 5 pemuda pelaku penganiayaan yang telah kami amankan. Sedangkan 3 pemuda lainnya masih dalam daftar pencarian orang kami, yakni BM, DF dan BG,” ungkapnya, Sabtu (11/3). 

Dijelaskannya kronologis pengeroyokan tersebut, bermula ketika kedua korban tengah melintas sekitaran Glaser Kota Probolinggo atau tepatnya di jalan KH. Wahid Hasyim kecamatan Kanigaran. Disaat yang bersamaan tiba-tiba muncul pelaku JA (19), MF (20), dan MR (19) yang berboncengan tiga memotong jalur dari laju motor korban. 

“Tak terima, korban menegur aksi ketiga pemuda itu. Lantas terjadilah aksi adu pandang diantara mereka. Hingga pada akhirnya ketiga pelaku memberhentikan motornya dan mendatangi kedua korban,” jelasnya. 

Dilanjutkannya, saat mendatangi kedua korban itulah ketiga pelaku lantas memanggil lima temannya yang lain. Kebetulan kelima temannya itu sedang berada di sekitaran lokasi yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

“Saat teman para pelaku itu berdatangan, sempat terjadi cek cok diantara mereka hingga pada akhirnya berujung pada aksi penganiayaan yang tak seimbang. Dimana kedua korban dipukuli bermai-rami oleh total delapan orang pelaku,” ujarnya. 

Disebutkannya pula jika para pelaku penganiayaan tersebut diancam dengan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan. Dimana dalam bunyi ayat dalam pasal tersebut yakni Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

“Ancaman hukumnya penjara 5 tahun, sesuai pasal dalam KUHP,” pungkasnya. (tm/ra)


Bagikan Artikel