Hukum & Kriminal

Dilatari Hubungan Gelap, Suami Bunuh Selingkuhan Istrinya


PROBOLINGGO – Seorang pria berinisial A (28) asal Dusun Patihan RT04 RW02 Desa Wonoasri, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo harus mendekam dalam jeruji besi setelah diketahui melakukan pembunuh terhadap seorang pria selingkuhan istrinya.

Dari informasi Koran Pantura, peristiwa pembunuhan itu berawal saat tersangka berinisial A mengetahui istrinya memiliki hubungan gelap atau perselingkuhan dengan korban yakni Suto Eferi (30) yang berdomisili sama dengan tersangka.

Perselingkuhan antara istri tersangka dan korban itu terjadi saat tersangka tengah merantau untuk bekerja di luar Jawa. Yakni di daerah Kalimantan.

Motif pembunuhan yang dilakukan tersangka kepada korban dengan dilatari hubungan gelap antara istrinya dan korban diungkapkan Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi saat jumpa pers di Mapolres setempat, Senin (28/11).

Kapolres menjelaskan, korban ditemukan di area hutan basah dalam keadaan bersimbah darah pada Sabtu, (26/11) lalu. Kemudian petugas Polsek Kuripan bersama Satreskrim Polres Probolinggo mendatangi lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP dan penyelidikan yang dilakukan akhirnya petugas berhasil mengamankan tersangka kurang dari 24 jam setelah peristiwa pembunuhan itu terjadi.

“Dari proses penyelidikan awal diketahui bahwa motif pelaku melakukan pembunuhan ini diduga karena adanya hubungan asmara antara istri pelaku dengan korban,” ungkap Kapolres dalam rilisnya.

Lebih lanjut, pelaku dalam sehari-harinnya bekerja di daerah Kalimantan, namun saat mengetahui istrinya memiliki hubungan asmara denga pria lain, ia pulang tanpa memberitahu istrinya.

“Setelah pelaku pulang dan memastikan hubungan gelap yang dilakukan istrinya itu ada. Kemudian pelaku melakukan pembunuhan terhadap pria dari selingkuhan istrinya tersebut,” kata Kapolres.

Sementara barang bukti yang diamankan dari peristiwa tersebut diantaranya clurit dengan noda darah yang sudah mengering, kaos serta celana yang dikenakan pelaku saat melakukan pembunuhan terhadap korban.

“Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP Sub Pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” terang Kapolres. (ar/ra)


Bagikan Artikel