Hukum & Kriminal

Tukang Jambret Spesialis Lansia Dibekuk Polisi


PROBOLINGGO – Usai sudah sepak terjang dari DAP (28) warga Desa Kalisalam, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, pelaku jambret perhiasan seorang nenek yang videonya viral di sosial media. DAP dibekuk anggota Satreskrim Polres Probolinggo Kota pada Sabtu (24/9) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penangkapan terhadap DAP yang merupakan seorang spesialis jambret perhiasan yang menyasar para lansia atau nenek-nenek berawal dari adanya laporan warga. Berdasarkan laporan tersebut, ada warga yang mengenali ciri-ciri pelaku yang sempat menjambret perhiasannya pada 20 Juni lalu.

Ciri-ciri yang disebutkan oleh korban yang berinisial S (57), warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo itu dicocokkan dengan ciri-ciri pelaku. Rupanya, ciri pelaku yang juga melakukan aksi jambret terhadap D (70) yang juga warga Kelurahan Jati Kota Probolinggo itu ternyata ada kesamaan.

Hal itu disampaikannya ketika melihat adanya video rekaman CCTV yang menunjukkan detik-detik DAP melancarkan aksinya terhadap D pada 20 Juni lalu. Saat itu DAP nyaris sukses membawa kabur perhiasan kalung emas milik S seberat 4,9 gram. Andaikata kalung tersebut tidak tersangkut pada pakaian milik S yang saat tengah beraktivitas di depan rumahnya.

“Tersangka DAP ini melakukan penjambretan pertamanya pada korban atas inisial D berusia 70 tahun warga kelurahan Jati pada 20 Juni lalu. Pada waktu itu korban dijambret pada saat menyapu di depan rumahnya. Akibatnya korban harus kehilangan perhiasan emas berupa kalung seberat 7,9 gram,” Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani melalui Kasat Reskrim AKP Jamal, Sabtu (24/9).

Berbekal hasil pemeriksaan para saksi dan penyelidikan yang dilakukan, akhirnya anggota Satreskrim Polres Probolinggo Kota berhasil mengidentifikasi pelaku berdasarkan ciri-ciri yang disebutkan para korban dan bukti rekaman CCTV yang diamankan.

“Pelaku langsung kami amankan tanpa perlawanan, dan dari tangannya turut kami sita barang bukti berupa sepeda motor merk Suzuki Satria FU warna putih dan pakaian yang dikenakan oleh pelaku saat menjalankan aksinya,” terang AKP Jamal.

Dari hasil pemeriksaan, diperoleh keterangan bahwa setiap melancarkan aksinya, pelaku juga membawa tongkat pemukul besi lipat. Tongkat tersebut dibawanya untuk berjaga-jaga apabila aksinya tepergok warga dan dapat digunakan untuk membela diri.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” ungkap AKP Jamal. (tm/eem)


Bagikan Artikel