Hukum & Kriminal

Pelempar Bondet Ditangkap, Beraksi di 20 TKP


PROBOLINGGO – Satu dari dua orang tersangka pelemparan bondet (Bom Ikan) terhadap petugas keamanan RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo berhasil ditangkap. Tersangka berinisial M (33) warga desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Dia berhasil diamankan Polisi saat bersembunyi di rumah saudaranya pada Sabtu (10/9) lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, penangkapan terhadap M berawal dari hasil penyelidikan intensif yang dilakukan oleh anggota Satreskrim Polres Probolinggo Kota bekerjasama dengan anggota Satreskrim Polres Pasuruan Kota dan tim Jatanras Polda Jatim.

Setelah ditangkap dan dilakukan interogasi ternyata tersangka M mengakui jika sebelumnya dia telah beraksi di sebanyak 20 Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan rincian 15 TKP di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota dan 5 di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota.

Saat ditangkap, kondisi M cukup mengenaskan. Lantaran tangannya sedang dibalut dengan perban putih dan masih tertancap selang infus. Hal itu dikarenakan tiga jari tangannya putus akibat terkena ledakan bondet yang dibawanya sendiri ketika berhasil kabur dari kejaran warga yang memergoki aksinya di RSUD Tongas beberapa hari yang lalu.

“Kemudian seorang pelaku ini kita gelandang ke Mapolres Probolinggo Kota, untuk selanjutnya kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Jamal, Selasa (13/9).

Disebutkan mantan Kasat Reskrim Polres Bondowoso ini, Tak hanya mengamankan pelaku, petugas gabungan itu juga berhasil mengamankan satu barang bukti. Yakni berupa motor jenis Honda Vario warna putih yang digunakan pelaku saat beraksi di TKP RSUD Tongas.

Bahkan dijelaskannya, berdasarkan hasil penyidikan sementara. Tersangka yang berhasil dibekuk ini, merupakan pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) lintas wilayah dan biasa beroperasi disekitar wilayah Probolinggo dan Pasuruan.

“Dalam menjalankan aksinya, pelaku tak segan untuk turut melakukan kekerasan. Hal itu dibuktikan dengan adanya bahan peledak jenis bondet yang selalu dibawanya saat beraksi. Bahkan tersangka ini tak segan untuk melempar bondet ke korbannya,” jelasnya.

Diketahui, aksi pencurian motor disertai pelemparan bondet terjadi di halaman parkir RSUD Tongas, pada Sabtu (10/9) pukul 11.30 WIB waktu setempat. Karena ketahuan petugas keamanan RSUD, pelaku lantas hendak kabur melarikan diri.

Saat ingin melarikan diri, pelaku sempat terjatuh . Karena terdesak salah seorang pelaku yang menaiki motor curian turun, dan kemudian melemparkan bondet ke arah petugas keamanan rumah sakit. Akibat kejadian tersebut seorang kepala keamanan bernama Wahyudi (38) dan sopir mobil dinas Direktur RSUD Tongas, Zaki (26) mengalami luka-luka dan telah menjalani perawatan. (tm/ra)


Bagikan Artikel