Hukum & Kriminal

Papan Reklame Nyaris Timpa Pengendara



DRINGU – Penertiban papan reklame yang tebang pilih oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo nyaris menyebabkan jatuhnya korban warga sipil. Pasalnya salah satu papan reklame berukuran besar yang berada tepat ditepi ruas jalan pantura roboh dan nyaris menimpa pengendara yang melintas, pada Sabtu (23/7) sore.

Berdasarkan pantauan Koran Pantura, robohnya papan reklame bergambar Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo Malik Haramain itu. Posisinya sangat membahayakan bagi pengguna jalan yang melintas, terlebih jalan yang berada tepat disisi papan reklame yang roboh itu merupakan jalan nasional yang menghubungkan Surabaya dan Banyuwangi.

“Roboh tadi siang mas, kena angin kencang. Posisinya tadi sempat melintang ditengah jalan dan hampir menimpa pengendara. Oleh warga dan pengendara akhirnya papan reklame itu ditarik ketepi jalan agar tidak mengganggu arus jalan,” ujar Wira (30) salah seorang warga sekitar, Sabtu (23/7).

Dijelaskannya, bahwa papan reklame itu sudah ada semenjak sebelum hari raya Idul Fitri lalu, atau tepatnya pada bulan Mei lalu. Namun hingga saat ini papan reklame itu tak kunjung dicopot atau ditertibkan sebagaimana papan reklame yang lainnya.

“Reklame yang lain sudah dilucuti oleh petugas Satpol PP sekitar seminggu yang lalu. Tapi entah kenapa papan reklame yang satu itu tidak turut juga ditertibkan oleh petugas. Apa memang sudah punya ijin atau memang tidak kelihatan atau justru sengaja dibiarkan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Wira berharap kepada anggota Satpol PP Kabupaten Probolinggo agar bertindak tegas dan tidak tebang pilih atas keberadaan papan reklame yang berdiri liar. Apalagi papan reklame yang sudah lama dan kondisi kayunya sudah lapuk sehingga rawan roboh seperti yang terjadi di desa Kalisalam itu.

“Harapannya kalau memang dilakukan penertiban, ya ditertibkan semua tanpa terkecuali. Kesannya gini kan ada tebang pilih,” tegasnya.

Sementara itu, Polisi Pamong Praja Muda pada Satpol PP Kabupaten Probolinggo Budi Utomo saat dikonfirmasi, menyampaikan bahwa proses penertiban reklame tak berijin atau yang sudah usang masih terus dilakukan hingga saat ini. Namun demikian karena keterbatasan jumlah personel sehingga proses penertiban itu dilakukan secara bertahap.

“Bukan tidak di tertibkan, tapi bertahap dan Mako Satpol PP sudah perintahkan ke Satpol PP unit. Untuk menurunkan banner yang sudah rusak atau usang dan kadaluarsa tanpa terkecuali. Namun demikian kami sampaikan Terima kasih atas informasinya dan akan kami tindak lanjuti,” terangnya. (tm/ra)


Bagikan Artikel