Hukum & Kriminal

Petugas Polresta Probolinggo menunjukkan lokasi tempat penemuan mayat di Pantai Pelabuhan Baru, Mayangan, kemarin. (Agus Purwoko/Koran Pantura)

Mayat Pria di Pelabuhan Baru


PROBOLINGGO – Sesosok mayat lelaki ditemukan di pantai Pelabuhan Baru, Mayangan, Kota Probolinggo, Rabu (30/1) sekitar pukul 07.30. Namun, mayat lelaki yang ditemukan dalam kondisi tanpa celana tersebut belum diketahui identitasnya (Mr X). Polres Probolinggo Kota masih melakukan menyelidikian

Mendengar penemuan jasad, tim identifikasi Polres Probolingg Kota mendatangi lokasi penemuan dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pada jasad pria itu terdapat luka gores di bagian wajah dan tubuh bagian atas. Namun, belum diketahui apakah luka itu karena ulah seseorang, atau karena korban tergores tanaman atau batu di dekat TKP.

Diperkirakan, pria itu menghembuskan nafas terakhirnya, kurang dari tiga hari sebelumnya. Jasad pria dengan arloji melingkar di tangan kiri itu kemudian dibawa dan disemayamkan di kamar mayat RSUD dr Moh. Saleh.

Polisi juga belum mengetahui, apakah Mr X tersebut seorang nelayan, pemancing, atau warga umum yang sengaja dibuang ke laut setelah dihabisi. Kapolsek Mayangan Kompol Ahmad Firman Wahyudi masih enggan berkomentar banyak soal penemuan mayat tersebut. “Masih kami selidiki dan dalami,” tandasnya kemarin.

Menurutnya, pagi itu pihaknya dilapori petugas security pelabuhan baru, bahwa di barat areal pelabuhan, ditemukan sesosok mayat. Saat itu juga anggotanya meluncur bersama anggota Satreskrim, dan tim identifikasi polresta.  “Yang tahu pertama ya sopir,” ujar Kapolsek di lokasi penemuan.

Lalu menurutnya, hingga kemarin belum ada warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya. Namun pihaknya belum mendapat informasi dari daerah lain. “Kalau diwilayah kami, tidak ada. Belum tahu kalau di wilayah lain,” tambahnya.

Sementara, ada dugaan bahwa jasad pria yang ditemukan itu adalah pemilik perahu yang parkir tak jauh dari lokasi penemuan. Dugaan lainnya, dimungkinkan lelaki yang meninggal di dekat tanamaan mangrove jenis api-api itu sopi truk yang ke pelabuhan.

Namun, dugaan tersebut dibantah oleh Jumadi kepala PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN), perusahaan BUMD Jawa Timur yang mengelola pelabuhan baru.  Justru menurutnya, sopir yang menemukan mayat itu kali pertama. 

“Bukan sopir yang meninggal, tetapi yang menemukan mayat itu adalah sopir. Kemudian dilaporkan ke security. Pihak keamanan pelabuhan melapor ke kami. Terus saya perintahkan untuk melapor ke polsek dan polairud,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel