Hukum & Kriminal

Korban pencurian adalah Kasi Pidum Kasi Intel Kejari Kabupaten Probolinggo Agus Budiyanto. (Dokumen/Koran Pantura)

HP Jaksa Dicuri Mertua, Ditadah Menantu

KRAKSAAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo saat ini sedang memroses kasus pencurian HP (handphone) milik Kasi Intel Kejari setempat Agus Budiyanto. Tersangka dalam kasus tersebut adalah Kadaryono (42), warga Desa Bulu, Kota Kraksaan, dan Holip Purwanto (28), warga Desa Alassumur Lor, Kecamatan Besuk. Kedua tersangka berstatus mertua dan menantu.

Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari setempat Ardian Junaidi menerangkan, kasus tersebut terjadi pada November 2018 lalu. Polres Probolinggo telah memroses berkas kasus dan telah melimpahkanya ke Kejari. Pihaknya juga telah memroses kasus tersebut sebagai tindaklanjut.

Berkas kasus jieh mareh eproses la. Menggu deteng berkas siap elempar ke pengadilan. Ancaman okomnah 5 taon penjara (Berkas kasus itu sudah diproses. Minggu depan akan dilimpahkan ke pengadilan. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara),” ujarnya, kemarin (30/1).

Ardian mengatakan, korban pencurian tersebut adalah Kepala Seksi Intel Kejari setempat Agus Budiyanto. Ia kehilangan 2 HP sekaligus. Yakni Samsung J7 Pro dan Samsung J7.

Kepada Koran Pantura, Agus Budiyanto mengatakan, 2 HP itu hilang setelah ia mengisi acara sosialisasi di salah satu lembaga pendidikan di Kota Kraksaan. Peristiwanya terjadi sekitar pukul 15.30. Jika sedang mengisi acara, Agus pasti tidak memang HP miliknya.

Engkok bekto roah nyaman abhenta ben ajelassaghi materi sosialisasi neng ruangan jiah (Saya waktu itu sedang berbicara dan menjelaskan materi sosialisasi di ruangan itu),” kata Agus yang berasal dari Kabupaten Situbondo ini.

Karena fokus menyampaikan materi dalam kegiatan itu, Agus lupa tak membawa HP miliknya setelah kegiatan selesai. Semua peserta sosialisasi sudah pulang dan meninggalkan lokasi kegiatan. Begitu pula dengan Agus. Ia pulang tanpa membawa 2 HP miliknya.

La depa’ bungkoh, bhuruh engkok engak jhe’ tang HP ceccer neng lokasi acara. Dhuli abelih engkok dessah, mangkana la ghemmet (Ketika sampai rumah, baru saya ingat kalau HP saya tertinggal di lokasi acara. Begitu saya balik ke sana, ternyata sudah tidak ada),” ungkapnya.

Selanjutnya, Agus mencoba menghubungi 2 nomor HP miliknya itu dengan menggunakan HP yang ia pinjam dari petugas sekolah. Namun 2 nomornya sudah tidak aktif. Akhirnya Agus melaporkan kejadian tersebut pada pihak kepolisian. “Engkok langsung lapor polisi makle bisa etemmoh tang HP (Saya langsung lapor polisi agar HP saya bisa ditemukan, red),” kata Agus.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Polres Probolinggo. Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto menerangkan, pihaknya melakukan penyelidikan diawali dengan mengorek keterangan dari pegawai di sekolah tersebut. Pihaknya juga mendata alamat para pegawai.

Selanjutnya, pihaknya melacak posisi HP milik korban. Pada suatu kesempatan, ternyata nomor HP milik Agus masih aktif. “Dan, kami berhasil menemukan titik keberadaan HP itu,” terang AKP Riyanto.

Petugas Polres pun bergerak menuju titik dimaksud. Tepatnya di Desa Alassumur Lor, Kecamatan Besuk. Begitu titik itu didatangi, akhirnya petugas mendapati HP dimaksud berada di tangan Holip Purwanto.

Saat dikorek keterangannya, terungkap bahwa Holip bukan pencuri HP tersebut. Sebab Holip mendapat HP tersebut dari Kadaryono, mertuanya, yang tinggal di Desa Bulu, Kota Kraksaan. Sehingga, dalam hal ini Holip berstatus penadah. “Akhirnya dua orang itu kami bawa ke Mapolres untuk diproses secara hukum,” terang AKP Riyanto. (yek/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan