Hukum & Kriminal

Delapan PSK dan Dua Pria Hidung Belang Diciduk Polisi


PROBOLINGGO – Satuan Samapta Polres Probolinggo menggelar operasi penyakit masyarakat (Pekat) di dua lokasi yang disinyalir sebagai sarang prostitusi di wilayah kabupaten Probolinggo. Hasilnya sebanyak 8 Pekerja Seks Komersial (PSK) dan 2 pria hidung belang berhasil diamankan dari tempat maksiat tersebut.

Kedua lokasi tersebut yakni di salah satu warung kopi di desa Pondokwuluh kecamatan Leces dan satu warung lainnya di desa Banjarsawah kecamatan Tegalsiwalan. Pada kedua warung kopi tersebut petugas kepolisian berhasil mengamankan total 10 orang yang patut diduga tengah melakukan kegiatan prostitusi di lokasi yang berkedok warung kopi.

Adapun inisial kesepuluh orang yang terjaring ini diantaranya SB (32), PU (29), AH (40), AM (40), TU (38), KML (51), SAT (47) warga Kabupaten Probolinggo, ALH (44), warga Kabupaten Banyuwangi, SR (46), warga Kota Probolinggo, dan SRN (42) warga Kabupaten Lumajang.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi melalui Kasat Samapta AKP Ahmad Jayadi mengatakan, razia dalam rangka memberantas penyakit masyarakat ini dilakukan berdasarkan laporan pengaduan masyarakat terkait adanya aktivitas prostitusi yang dilakukan para PSK dan pria hidung belang.

“Jadi dengan adanya laporan masyarakat di Halo Pak Kapolres, kami (Sat Samapta Polres Probolinggo) kemudian melakukan razia di dua lokasi tersebut. Hasilnya kami amankan 8 PSK dan 2 pria hidung belang,” ujarnya, Rabu (1/6).

Lebih lanjut, AKP Ahmad Jayadi mengatakan 10 orang yang terjaring razia pekat ini tidak hanya berasal dari Kabupaten Probolinggo saja.

“Ada 7 orang yang dari Kabupaten Probolinggo, 1 orang dari Kota Probolinggo, 1 orang dari Kabupaten Lumajang dan 1 orang dari Kabupaten Banyuwangi,” katanya.

Ditambahkannya, ke 10 orang ini dikenakan Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 05 tahun 2005 tentang Pemberantasan Pelacuran ditempat umum Kabupaten Probolinggo.

“Para pelaku patut diduga melanggar pasal 3 (1) sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 05 tahun 2005, dengan ancaman kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda paling banyak 5 juta rupiah” pungkasnya. (tm/ra)


Bagikan Artikel