Hukum & Kriminal

Ketahuan Menikah Lagi, Sa’at Ancam Ipar Dengan Celurit


LECES – Kesal lantaran rahasianya yang telah beristri lagi diketahui oleh ibu mertua dan istrinya. Membuat Moh Sa’at (27) warga desa Malasan Kulon, kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo nekat mengancam Ti’umiati (41) yang masih kakak iparnya dengan menggunakan sebilah celurit.

Alhasil akibat perbuatannya tersebut, Sa’at telah diamankan oleh anggota polisi dan harus meringkuk di sel tahanan Mapolsek Leces. Dia dilaporkan oleh korban Ti’umiati lantaran tak terima dan merasa terancam sebelumnya telah diacungi celurit oleh adik iparnya tersebut.

Kapolsek Leces AKP Rini Ifo Nila Krisna melalui Kanit Reskrim Polsek Leces Aipda Eko Aprianto mengungkapkan, kasus pengancaman tersebut. Bermula ketika pada hari Senin (23/5) lalu, korban atas nama Ti’umiati sekitar pukul 14.00 siang didatangi oleh pelaku yakni Sa’at.

Pada saat itu korban tengah menjemur pakaian di halaman belakang rumahnya. Didatangi oleh Sa’at dan langsung terjadi cek cok diantara keduanya. Tak hanya itu Sa’at yang tengah naik pitam lantaran usai ditegur mertua dan istrinya lantaran ketahuan nikah lagi itu. Mengeluarkan sebilah celurit untuk mengancam korban.

“Pelaku tidak terima rahasianya yang usai menikah lagi diketahui oleh ibu mertua dan istrinya. Lantas dia menuduh korban sebagai biang keladi atas terbongkarnya rahasia pernikahan keduanya itu,” ujar Aipda Eko Aprianto, Kamis (26/5).

Dijelaskannya dalam percekcokan tersebut, lantas diketahui oleh istri pelaku. Lantaran khawatir akan keselamatan korban, lantas sang istri berupaya untuk menahan tangan si suami hingga celurit yang dipegangnya terjatuh. Pada saat terjatuh itulah si istri langsung mengamankan celurit milik suaminya itu, dan disaat bersamaan Ti’umiati bergegas untuk melarikan diri dan mencari perlindungan.

“Atas kejadian tersebut, korban yang ketakutan dan merasa terancam langsung mendatangi SPKT Polsek Leces untuk membuat laporan. Tak berselang lama kami pun langsung mengamankan pelaku dirumahnya lengkap dengan barang bukti berupa celurit yang dipakainya mengancam korban,” jelasnya.

Ditambahkannya, akibat perbuatannya itu Sa’at diancam dengan pasal 335 ayat (1) KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan. “Ancaman hukumnya maksimal kurungan penjara selama satu tahun,” kata Aipda Eko Aprianto secara singkat. (tm/ra)


Bagikan Artikel